post image
Perdana Menteri Korea Utara (DPRK), Pak Thae Song, resmi tiba di Beijing, ibu kota China, pada Jumat, 10 Juli 2026.
KOMENTAR

Perdana Menteri Korea Utara (DPRK), Pak Thae Song, resmi tiba di Beijing, ibu kota China, pada Jumat, 10 Juli 2026. Kedatangan pejabat tinggi Pyongyang ini menandai dimulainya kunjungan diplomatik penting di negara tetangganya tersebut.

Pak Thae Song datang tidak sendirian. Ia memimpin langsung delegasi besar yang terdiri dari jajaran pejabat partai dan pemerintah Korea Utara untuk melakukan kunjungan resmi selama tiga hari, yang dijadwalkan berlangsung hingga hari Minggu mendatang.

Kunjungan resmi ini memenuhi undangan langsung dari Komite Sentral Partai Komunis China (CPC) dan pemerintah Republik Rakyat China. Undangan ini menegaskan kembali kedekatan hubungan bilateral yang terjalin antara kedua negara sekutu tersebut.

Selain menjabat sebagai Perdana Menteri, Pak Thae Song merupakan sosok berpengaruh di negaranya. Ia tercatat sebagai anggota Presidium Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea sekaligus Wakil Presiden Komisi Urusan Negara DPRK.

Agenda utama dalam kunjungan kerja ini adalah menghadiri acara peringatan hari jadi ke-65 Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Bersama antara China dan Korea Utara. Perjanjian bersejarah tersebut selama ini menjadi landasan kuat hubungan kedua negara.

Setibanya di bandara Beijing, Pak Thae Song dan delegasinya disambut oleh perwakilan pemerintah China. Momen kedatangan ini juga diabadikan oleh jurnalis foto kantor berita resmi China, Xinhua, Li Xin, yang memotret jalannya penyambutan.

Selama tiga hari di Beijing, Perdana Menteri Korea Utara dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat China. Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat koordinasi politik dan ekonomi di antara kedua belah pihak.

Peringatan 65 tahun perjanjian persahabatan ini dinilai momentum krusial bagi Beijing dan Pyongyang. Kedua negara diprediksi akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menegaskan kembali komitmen bantuan timbal balik di tengah dinamika geopolitik kawasan yang dinamis.

Selain membahas isu-isu bilateral, kunjungan delegasi Korea Utara ini juga akan menyentuh kerja sama strategis di berbagai sektor. Penguatan hubungan di tingkat partai dan pemerintahan menjadi fokus utama dari dialog yang akan berlangsung.

Kunjungan resmi Pak Thae Song ini diharapkan selesai pada hari Minggu, setelah seluruh rangkaian acara peringatan selesai dilaksanakan. Keberhasilan agenda ini akan menjadi babak baru dalam sejarah panjang kemitraan strategis antara China dan Korea Utara.


Seni Merealisasikan Imajinasi, Norwegia Juara!

Sebelumnya

Trump Tak Tahu Apakah AS-Iran akan Kembali Perang Terbuka Skala Penuh

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia