Iran masih membuka diri untuk berdamai dengan AS. Pembicaraan damai dengan AS sulit dilakukan AS karena sikap double standard dan keinginan AS untuk menghegemoni.
Hal ini disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ketika menjelaskan kegagalan pembicaraan Islamad kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut Istana Kepresidenan Iran, Pezeshkian dan Putin melakukan pembicaraan via telepon hari Minggu, 12 April 2025, di tengah upaya diplomatik yang berkelanjutan untuk menghidupkan kembali dialog antara Teheran dan Washington setelah pembicaraan tingkat tinggi baru-baru ini di Islamabad.
Dalam pembicaraan itu, Pezeshkian menegaskan kembali kesiapan Iran untuk mencapai kesepakatan yang “seimbang dan adil” yang akan memastikan perdamaian dan keamanan jangka panjang di kawasan tersebut.
Teheran menekankan bahwa kesepakatan apa pun di masa depan harus menghormati kepentingannya sekaligus berkontribusi pada stabilitas regional, menandakan bahwa saluran diplomatik tetap terbuka meskipun ketegangan masih berlangsung.
Dalam pembicaraan itu, Putin menyampaikan kesiapannya menjadi mediator perdamaian antara AS dan Iran.




KOMENTAR ANDA