post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

CEGUKAN (hiccup), beserta glegheken (bersendawa), angop (menguap) dan wahing (bersin) adalah fenomena fisiologis terkait sistem saraf dan otot tubuh di bagian kepala khususnya tenggorok, hidung, mulut dan telinga. Di dalam naskah sederhana ini saya mencoba memelajari mekanisme cegukan dan hubungannya dengan fenomena lainnya. 

Cegukan adalah kontraksi otot diafragma yang tidak terkontrol, yang menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru secara tiba-tiba dan menghasilkan suara "hic". 

Mekanisme cegukan melibatkan:

  1. Saraf vagus (Nervus Vagus) yang mengatur fungsi otot diafragma.
  2. Otot diafragma yang berkontraksi secara tidak terkontrol.
  3. Udara yang masuk ke dalam paru-paru secara tiba-tiba, menyebabkan suara "hic".

Hubungan dengan fenomena lainnya:

  1. Bersendawa (glegheken): Bersendawa adalah pelepasan gas dari lambung ke dalam mulut. Cegukan dan glegheken dapat terjadi bersamaan karena keduanya terkait dengan kontraksi otot diafragma dan saraf vagus.
  2. Menguap (angop): Menguap adalah refleks yang melibatkan kontraksi otot-otot wajah, leher, dan diafragma. Cegukan dan menguap dapat terkait karena keduanya melibatkan saraf vagus dan otot diafragma.
  3. Bersin (wahing): Bersin adalah refleks yang melibatkan kontraksi otot-otot wajah, leher, dan diafragma.  Menakjubkan bahwa kecepatan gerak udara bersin bisa mencapai rata-rata 45 meter per detik atau setara 160 kilometer per jam. Kecepatan udara bersin jauh lebih cepat daripada batuk yang rata-rata hanya mencapai 10-25 meter per detik. Kekuatan dorongan bersin mampu melontarkan hingga 100.000 butiran kecil lendir dan jutaan mikroorganisme ke udara. 

Dalam beberapa kasus, cegukan dapat disebabkan oleh iritasi pada saraf vagus atau otot diafragma, yang juga dapat menyebabkan bersendawa, menguap, atau bersin. Memang ada hubungan antara cegukan, glegheken, angop, dan wahing, karena semuanya terkait dengan sistem saraf dan otot-otot tubuh yang sama.

Ada beberapa cara untuk menghentikan cegukan, antara lain:

  1. Tahan napas: Tahan napas selama beberapa detik, lalu lepaskan perlahan-lahan. Ini dapat membantu menghentikan kontraksi otot diafragma.
  2. Minum air: Minum air secara perlahan-lahan dapat membantu menghentikan cegukan. Air dapat membantu menenangkan otot diafragma.
  3. Tekan titik tekanan: Tekan titik tekanan di antara jari telunjuk dan jari tengah pada tangan. Ini dapat membantu menghentikan cegukan.
  4. Tarik napas dalam-dalam: Tarik napas dalam-dalam dan tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan perlahan-lahan. Ini dapat membantu menghentikan kontraksi otot diafragma.
  5. Gunakan teknik relaksasi: Teknik relaksasi seperti meditasi, taichi atau yoga dapat membantu menghentikan cegukan dengan menenangkan otot-otot tubuh.
  6. Hindari makanan pedas: Makanan pedas dapat memicu cegukan, jadi hindari makanan pedas jika sering mengalami cegukan.
  7. Jangan makan terlalu cepat: Makan terlalu cepat dapat menyebabkan cegukan, jadi makanlah dengan perlahan-lahan. Alon-alon asal klakon.

Jika cegukan berlanjut selama lebih dari 3 jam atau disertai dengan gejala lain seperti sakit dada atau kesulitan bernapas, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Namun sebenarnya masih ada satu lagi fenomena terkait petaka saluran pernapasan yaitu tersedak alias keselek yang malah lebih rawan berakibat fatal!


Kearifan Kepemimpinan Hasta Brata

Sebelumnya

Membuka Pintu Sejarah Lemari

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana