Maskapai penerbangan nasional Arab Saudi, Saudia, resmi menerima pesawat Airbus A321XLR pertamanya dalam sebuah seremoni penyerahan yang berlangsung di fasilitas Airbus di Toulouse pada 24 Mei 2026. Pencapaian ini menjadikan Saudia sebagai operator pertama pesawat berbadan sempit jarak jauh (extra-long-range narrowbody) tersebut di kawasan Timur Tengah.
Pesawat dengan nomor registrasi HZ-ASBA ini meluncur dari Toulouse menuju Bandara Jeddah (JED) dengan nomor penerbangan SVA9010. Perjalanan berdurasi sekitar enam jam tersebut menandai langkah awal operasional pesawat yang akan disambut dengan tradisi penghormatan water cannon salute saat mendarat di Jeddah.
Uniknya, sebelum terbang ke Arab Saudi, pesawat ini sempat melakukan lintasan singkat di atas wilayah Luksemburg. Menurut data dari Flightradar24, manuver tersebut kemungkinan besar dilakukan untuk keperluan administrasi terkait pembiayaan atau asuransi sebelum akhirnya pesawat berbelok ke arah selatan.
Pengiriman ini sebenarnya telah dinanti cukup lama oleh pihak maskapai. Saudia sempat mengalami penundaan sekitar dua tahun dari jadwal awal, di mana pengiriman awalnya direncanakan dimulai pada 2024. Kini, maskapai tersebut siap mempercepat modernisasi armadanya secara bertahap.
Total komitmen Saudia untuk armada A321XLR mencapai 15 unit pesawat. Sisanya diharapkan akan selesai dikirimkan secara bertahap dalam 18 bulan ke depan, dengan target seluruh unit sudah bergabung dalam armada maskapai sebelum akhir tahun 2027.
Dari sisi interior, Saudia mengonfigurasi A321XLR miliknya dengan tata letak 144 kursi yang sangat premium. Kabin ini terdiri dari 24 suite kelas bisnis yang bisa direbahkan sepenuhnya (lie-flat) dan 120 kursi ekonomi, menjadikannya kabin A321XLR paling mewah yang mengudara saat ini.
Konfigurasi kelas bisnis dengan 24 suite ini menempatkan Saudia di posisi terdepan dibandingkan operator lain. Kapasitas premium ini melampaui maskapai besar lainnya seperti American Airlines, Aer Lingus, Iberia, maupun Air Canada, yang memiliki jumlah kursi bisnis lebih sedikit pada armada A321XLR mereka.
Kursi yang dipilih Saudia adalah model Thompson Aero VantageSOLO, yang dirancang dengan konfigurasi 1-1 untuk memberikan akses lorong langsung bagi seluruh penumpang kelas bisnis. Sementara itu, dengan kapasitas ekonomi hanya 120 kursi, ini menjadi konfigurasi kabin paling eksklusif dan "ramping" di antara operator A321XLR saat ini.
Rute perdana pesawat ini direncanakan akan dibuka pada awal bulan depan, tepatnya pada tanggal 3 Juni 2026, untuk melayani penerbangan dari Jeddah ke Bandara Madrid Barajas. Setelah itu, maskapai berencana menambah destinasi baru termasuk Paris dan Wina pada akhir Juni, serta Maladewa dan Jenewa di sepanjang musim panas.
Kehadiran A321XLR dengan jangkauan hingga 4.700 mil laut (8.700 km) memungkinkan Saudia melayani rute-rute panjang namun tipis (long and thin routes) yang secara ekonomis tidak efisien jika menggunakan pesawat berbadan lebar. Hal ini menjadi kunci dalam strategi modernisasi armada Saudia dalam mengoptimalkan efisiensi dan jangkauan operasionalnya.




KOMENTAR ANDA