post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Boeing 747-8 bekas milik pemerintah Qatar yang kini dipersiapkan sebagai pesawat kepresidenan interim Amerika Serikat telah muncul dengan tampilan baru. Pesawat tersebut kini telah dicat dengan corak warna merah, putih, dan biru tua yang identik dengan desain yang sebelumnya sempat diusulkan oleh Presiden Donald Trump. Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa proses modifikasi eksterior telah mencapai tahap yang signifikan.

Langkah ini diambil oleh pemerintah AS sebagai solusi sementara untuk mengatasi keterlambatan program penggantian armada Air Force One resmi, yakni model VC-25B. Armada yang ada saat ini, VC-25A, dinilai sudah semakin menua, sementara pengembangan armada pengganti yang diproduksi oleh Boeing terus menghadapi tantangan jadwal dan pembengkakan biaya yang substansial.

Pesawat yang dulunya dikenal sebagai "istana di langit" karena kemewahan interiornya ini, kini sedang menjalani modifikasi ekstensif oleh kontraktor pertahanan L3Harris. Pekerjaan ini meliputi pemasangan sistem komunikasi yang sangat aman, tindakan pencegahan pertahanan (defensive countermeasures), serta berbagai peralatan misi khusus yang diperlukan untuk standar keamanan kepresidenan.

Meskipun proses konversi pesawat sipil VIP menjadi pesawat operasional kepresidenan dianggap kompleks dan memakan biaya besar, penggunaan pesawat ini dinilai logis. Mengingat pesawat ini berbagi basis platform yang sama dengan armada VC-25B masa depan, platform ini dianggap sebagai pilihan tepat untuk menutupi celah operasional hingga pesawat resmi siap digunakan.

Tampilan baru pesawat ini juga membawa pesan simbolis atas kembalinya visi desain yang sempat diperjuangkan oleh Trump pada masa jabatan pertamanya. Desain patriotik dengan aksen warna gelap ini sebelumnya sempat dibatalkan karena kekhawatiran mengenai suhu pesawat dan kebutuhan rekayasa tambahan, namun kini rencana tersebut dihidupkan kembali sebagai identitas visual baru.

Angkatan Udara AS sendiri telah mengonfirmasi bahwa palet warna yang terdiri dari merah, putih, biru tua, dan emas akan diadopsi secara luas pada bagian-bagian armada angkut eksekutif, termasuk pada pesawat kepresidenan masa depan. Keputusan ini menandai pergeseran gaya dari skema warna biru muda era Kennedy yang telah menjadi ciri khas Air Force One selama lebih dari enam dekade terakhir.

Munculnya pesawat dengan livery baru ini menjadi indikator terkuat bahwa proyek Air Force One sementara tersebut terus mengalami kemajuan. Di tengah ketidakpastian jadwal sertifikasi dan penyelesaian modifikasi, jet bekas Qatar ini kini menempati posisi strategis sebagai simbol nyata upaya pemerintah dalam memodernisasi transportasi udara kepresidenan di masa transisi ini.


Piala Dunia FIFA 2026, Dunia Penerbangan AS Lesu

Sebelumnya

Sempat Rusak Akibat Water Salute, Airbus A350-900 Iberia Kembali Mengudara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews