post image
Presiden Donald Trump memperlihatkan Air Force One baru hari Jumat, 19 Juni 2026. Pesawat ini diberikan pemerintah Qatar dan telah didisain ulang untuk memenuhi standar pesawat presiden AS. Warnanya pun diubah menjadi merah dan biru tua.
KOMENTAR

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memamerkan armada terbaru Air Force One pada hari Jumat, 19 Juni 2026, di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Maryland. Pesawat berjenis jumbo jet tersebut sebelumnya merupakan milik pemerintah Qatar yang kemudian dialihfungsikan dan dimodifikasi secara khusus menjadi pesawat kepresidenan resmi Amerika Serikat.

Pesawat baru ini meninggalkan desain eksterior klasik berwarna biru muda khas era Presiden Kennedy yang telah lama melekat pada citra Air Force One. Sebagai gantinya, jet kepresidenan ini tampil dengan gaya yang lebih berani, menampilkan bagian bawah badan pesawat berwarna biru tua (navy blue) yang dipertegas dengan garis merah di atasnya. Sisi kiri pesawat—tempat presiden naik—kini dihiasi dengan segel kepresidenan, sementara bagian ekor menampilkan bendera Amerika Serikat berukuran besar.

Di hadapan ratusan personel Angkatan Udara yang berkumpul di dalam hanggar besar tersebut, Trump menyampaikan rasa bangganya atas kemewahan jet baru ini. Ia turun dari pesawat dengan gaya dramatis sembari diiringi lagu khasnya, "God Bless the USA". Trump mengklaim bahwa pesawat tersebut telah bertransformasi menjadi sebuah "Gedung Putih terbang" dengan tingkat kemewahan yang belum pernah ada sebelumnya


Trump juga mengonfirmasi bahwa ia akan menggunakan jet baru ini untuk menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, bulan depan. Selain itu, ia mengisyaratkan rencana kunjungan ke China pada bulan November, yang kemungkinan besar merujuk pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Dengan demikian, penerbangan pulang dari KTT G7 di Prancis awal pekan ini menjadi perjalanan terakhir Trump menggunakan pesawat Air Force One yang lama.

Presiden AS tersebut menegaskan pentingnya penampilan negara di kancah internasional melalui fasilitas kepresidenan ini. Ia menyebutkan bahwa kombinasi warna dan desain pesawat disesuaikan dengan seleranya sendiri agar Amerika Serikat tidak kalah saing saat mendarat di bandara internasional seperti London atau Jerman. Tidak hanya itu, Trump mengumumkan bahwa Air Force One baru ini dijadwalkan melakukan aksi flyover dalam perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli mendatang.

Pesawat pemberian dari Qatar ini berfungsi sebagai pesawat "jembatan" atau sementara untuk membawa presiden hingga armada baru yang dipesan langsung dari Boeing rampung. Pengadaan pesawat baru dari Boeing tersebut saat ini dijadwalkan baru akan selesai dan tiba pada tahun 2028 mendatang.

Pemerintah AS sendiri secara resmi telah menerima jet mewah Boeing 747 ini dari Qatar sejak tahun lalu. Langkah ini sempat memicu perdebatan mengenai etika dan legalitas terkait penerimaan hadiah bernilai fantastis dari pemerintah asing. Menanggapi kritik tersebut, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan jet Qatar ini setelah masa jabatannya berakhir, melainkan akan menyumbangkannya ke perpustakaan kepresidenan masa depan.

Trump mengungkapkan bahwa AS sempat mengalami kendala pemenuhan armada akibat keterlambatan pengiriman pesawat baru dari Boeing, yang awalnya ditargetkan selesai pada 2024. Kondisi kebuntuan inilah yang mendorong Trump secara langsung meminta bantuan kepada Emir Qatar untuk menggunakan salah satu pesawat mereka. Trump berseloroh bahwa presiden biasa mungkin akan menghindari urusan pesawat seperti ini, namun ia merasa hal ini perlu dilakukan demi representasi negara yang layak.

Berdasarkan rilis resmi dari Angkatan Udara AS, setiap pesawat yang menyandang status Air Force One wajib memenuhi persyaratan keamanan yang sangat ketat. Proses modifikasi jet Qatar ini dilakukan dengan pendekatan teknik yang disiplin, dengan memprioritaskan kapabilitas keamanan inti di atas segalanya. Meski mengalami perombakan sistem keamanan, Angkatan Udara menyatakan tetap mempertahankan sebagian besar tata letak interior mewah yang digunakan oleh kepala negara sebelumnya.

Proses modifikasi keamanan untuk jet ini dilaporkan menghabiskan biaya kurang dari $400 juta. Upaya Trump untuk mengubah desain Air Force One sebenarnya sudah dimulai sejak periode pertama pemerintahannya, meski sempat dibatalkan oleh Presiden Joe Biden pada Maret 2023 karena kekhawatiran biaya akibat warna gelap yang dapat meningkatkan suhu pesawat. Namun, setelah Trump kembali menjabat, ia langsung mengembalikan skema warna merah, putih, dan biru tua impiannya, yang nantinya juga akan diterapkan pada jet pemerintah pembawa pejabat tinggi lainnya.


Teheran Tutup Selat Hormuz, Kesepakatan Iran-AS di Ujung Tanduk akibat Eskalasi di Lebanon

Sebelumnya

Ayatollah Mojtaba Khamenei Restui MoU Iran-AS dengan Syarat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia