post image
Dreamliner yang dioperasikan Air India mengalami kecelakaan pada 12 Juni 2025./BBC
KOMENTAR

Tepat satu tahun setelah tragedi memilukan yang merenggut 250 nyawa, Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) menyatakan bahwa mereka belum siap untuk merilis laporan akhir terkait penyebab kecelakaan pesawat Air India. Dalam pembaruan yang dirilis pada Jumat, 12 Juni 2026, pihak otoritas menyampaikan bahwa meskipun telah ada "kemajuan signifikan" dalam analisis bukti, proses penyelidikan yang mendalam masih terus berlangsung.

Kecelakaan tragis ini melibatkan sebuah pesawat Boeing 787 Dreamliner yang jatuh tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad dengan tujuan London pada 12 Juni 2025. Pesawat tersebut menghantam sebuah bangunan asrama dokter di kompleks Byramjee Jeejeebhoy Medical College dan Civil Hospital, yang terletak hanya 6 kilometer dari bandara, memicu ledakan hebat yang menghancurkan.

Insiden tersebut tercatat sebagai salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, menewaskan 241 orang di dalam pesawat serta 19 orang di darat. Korban jiwa terdiri dari 169 warga negara India dan 53 warga negara Inggris. Keajaiban kecil terjadi di lokasi kejadian, di mana hanya satu orang yang berhasil selamat, yakni Viswashkumar Ramesh, seorang warga asal Leicester.

Pihak AAIB menjelaskan bahwa selama setahun terakhir, tim investigasi telah melakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh faktor teknis, operasional, organisasional, dan manusiawi yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Mereka menegaskan bahwa analisis terhadap data perekam penerbangan, komponen mesin, hingga catatan pemeliharaan pesawat sedang dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

Meski begitu, pernyataan resmi tersebut tidak memberikan rincian pasti mengenai kapan laporan akhir akan dipublikasikan. Pihak AAIB menyatakan bahwa laporan tersebut baru akan dirilis setelah seluruh kegiatan investigatif serta proses tinjauan dan konsultasi internasional yang diperlukan benar-benar rampung. Mereka berjanji bahwa setiap aspek kecelakaan akan diperiksa dengan ketelitian dan kehati-hatian maksimal.

Langkah ini diambil menyusul kewajiban AAIB untuk memberikan pembaruan tepat pada peringatan satu tahun kecelakaan, sesuai dengan peraturan penerbangan internasional. Penjelasan ini dinilai penting untuk meredam keraguan publik, terutama setelah Menteri Penerbangan Sipil India sempat menyatakan pada bulan Mei lalu bahwa laporan akhir kemungkinan akan terbit dalam waktu dekat.

Di tengah penantian panjang ini, perhatian publik sempat tertuju pada laporan awal yang dirilis Juli tahun lalu. Laporan tersebut mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa sesaat setelah lepas landas, sakelar kontrol bahan bakar tiba-tiba berpindah ke posisi "cut-off", yang menyebabkan mesin kehilangan pasokan bahan bakar dan mengakibatkan hilangnya daya total pada pesawat.

Penyelidikan sempat diwarnai spekulasi liar setelah muncul laporan media yang menyebutkan bahwa rekaman audio kokpit mengindikasikan keterlibatan pilot senior, Kapten Sumeet Sabharwal, dalam mematikan aliran bahan bakar. Tuduhan ini memicu reaksi keras dari berbagai asosiasi pilot di India yang menolak keras narasi bahwa kesalahan terletak pada pilot.

Menanggapi rumor tersebut, ayah dari mendiang Kapten Sabharwal, Pushkar Raj, menegaskan tekadnya untuk terus membela reputasi putranya. Pria berusia 90-an tersebut mengkritik kecenderungan untuk menyalahkan pilot dalam setiap kecelakaan penerbangan sebagai cara termudah untuk menutup kasus, mengingat pilot yang telah meninggal tidak dapat membela diri.

Sebagai penutup, pihak AAIB menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Mereka menekankan kembali bahwa tujuan utama dari investigasi kecelakaan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan penerbangan melalui identifikasi pelajaran dan rekomendasi keselamatan, serta bukan untuk mencari siapa pihak yang harus disalahkan atau menanggung liabilitas.


Piala Dunia FIFA 2026, Dunia Penerbangan AS Lesu

Sebelumnya

Sempat Rusak Akibat Water Salute, Airbus A350-900 Iberia Kembali Mengudara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews