post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Penerbangan komersial Swiss International Air Lines dengan nomor penerbangan LX16 terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Bangor (BGR), Maine, Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah muncul kepulan asap yang memenuhi kabin kelas bisnis saat pesawat sedang melintasi wilayah Atlantik Utara.

Pesawat jenis Airbus A330-300 tersebut berangkat dari Bandara Zurich (ZRH) di Swiss dengan tujuan akhir Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York. Perjalanan melintasi benua Eropa hingga Samudra Atlantik ini semula berjalan lancar sebelum gangguan teknis terdeteksi di pertengahan rute.

Data penerbangan mencatat bahwa pesawat sempat mengudara pada ketinggian jelajah antara 36.000 hingga 38.000 kaki. Namun, sekitar lima jam perjalanan—tepatnya di atas provinsi Nova Scotia, Kanada—kru penerbangan mendeteksi kemunculan asap dan langsung memancarkan sinyal darurat Squawk 7700 ke kontrol lalu lintas udara.

Merespons situasi darurat tersebut, pilot dengan cepat memutuskan untuk mengalihkan rute (divert) ke bandara terdekat yang memadai. Bandara Internasional Bangor dipilih karena memiliki fasilitas Bea dan Cukai Amerika Serikat (CBP), tingkat kepadatan lalu lintas yang rendah, serta landasan pacu yang cukup panjang untuk mendaratkan pesawat berbadan lebar secara aman.

Pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bangor sekitar enam jam setelah lepas landas dari Zurich, tepatnya pukul 11.15 waktu setempat. Pengelola bandara sempat menutup sementara Landasan Pacu 33 guna memberikan ruang bagi armada pemadam kebakaran dan tim darurat darat yang bersiap menyambut pesawat.

Setibanya di darat, petugas pemadam kebakaran setempat langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap fisik pesawat. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya titik api maupun panas berlebih pada struktur armada. Seluruh 208 penumpang beserta kru kapal dinyatakan selamat tanpa ada laporan cedera.

Pihak Swiss International Air Lines memberikan kepastian mengenai pendampingan bagi para penumpang yang terdampak. Dalam pernyataan resminya, maskapai menegaskan bahwa tim operasi di Swiss dan Amerika Serikat bergerak cepat untuk mengatur penerbangan alternatif menuju New York serta menyediakan bantuan logistik selama proses transit di Bangor.

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) bersama tim teknis maskapai telah meluncurkan investigasi resmi untuk mengungkap pemicu utama munculnya asap. Meski sempat beredar spekulasi mengenai potensi kendala teknis di area kokpit, pihak maskapai menegaskan belum ada kesimpulan resmi hingga proses penyelidikan selesai.

Armada yang mengalami insiden ini tercatat memiliki nomor registrasi HB-JHK dengan nama julukan Herisau. Pesawat Airbus A330-343X berusia 14,6 tahun tersebut ditenagai oleh sepasang mesin Rolls-Royce Trent 772B-60 dan telah beroperasi melayani penerbangan internasional sejak dikirimkan ke pihak maskapai pada Januari 2012.

Kesiapsiagaan serta kepatuhan kru penerbangan terhadap prosedur keselamatan udara berhasil mencegah situasi memburuk di ketinggian. Hingga saat ini, pesawat masih berada di Bandara Internasional Bangor untuk menjalani inspeksi teknis menyeluruh sebelum diizinkan kembali terbang.


Emirates Tangguhkan Penerbangan ke 6 Destinasi Global akibat Ketegangan Geopolitik

Sebelumnya

Terbang ke Manchester, Qatar Airways Disambut Ancaman Bom Palsu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews