Pesawat penumpang lorong tunggal (narrow-body) terbaru buatan Rusia, Yakovlev MC-21, akhirnya sukses mencatatkan tonggak sejarah penting dengan merampungkan penerbangan perdana versi produksinya. Penerbangan uji coba ini dilaksanakan langsung dari fasilitas Irkutsk Aviation Plant di Rusia.
Keberhasilan ini menandai langkah maju yang masif bagi industri penerbangan sipil Rusia di tengah tekanan sanksi internasional yang ketat. Model produksi perdana ini dirancang secara khusus untuk mengurangi ketergantungan industri penerbangan domestik terhadap armada buatan Barat seperti Airbus dan Boeing.
Dalam penerbangan perdananya, pesawat Yakovlev MC-21 versi produksi ini menghabiskan waktu selama 1 jam 23 menit di udara. Kru penguji melaporkan bahwa seluruh rangkaian tugas penerbangan berhasil diselesaikan dengan hasil yang sangat memuaskan.
Selama mengudara, pesawat tersebut berhasil mencapai ketinggian sekitar 19.700 kaki atau setara dengan 6.000 meter. Selain itu, kecepatan udara indikasi (indicated airspeed) pesawat tercatat menyentuh angka sekitar 324 knot atau 600 kilometer per jam.
Para pilot uji coba dan teknisi memanfaatkan momen penerbangan ini untuk mengevaluasi stabilitas serta tingkat kendali pesawat dalam berbagai konfigurasi. Operasional berbagai sistem utama pesawat juga diperiksa secara mendetail untuk memastikan kelaikannya.
Pencapaian ini merupakan hasil dari proses substitusi impor besar-besaran akibat sanksi global yang dijatuhkan kepada Rusia. Varian produksi massal ini, yakni MC-21-310, sepenuhnya mengandalkan komponen dan sistem domestik buatan dalam negeri.
Salah satu perubahan paling krusial pada versi produksi ini adalah penggunaan mesin buatan lokal PD-14 sebagai pengganti mesin impor Pratt & Whitney PW1400G. Selain sektor mesin, komponen avionik, sistem kelistrikan, hidrolik, hingga perlengkapan pendaratan (landing gear) kini juga diproduksi secara mandiri di Rusia.
Sebelumnya, program pengembangan pesawat ini sempat menghadapi hambatan besar ketika sanksi Barat melarang ekspor suku cadang dan dukungan teknis ke Rusia. Kendati demikian, tantangan tersebut justru menjadi katalisator bagi Yakovlev untuk mempercepat proses mandiri komponen dalam negeri.
Meskipun penerbangan perdana versi produksi ini telah sukses dilaksanakan, Yakovlev masih harus menyelesaikan sisa program uji terbang sertifikasi. Sertifikasi penuh terhadap konfigurasi yang telah direvisi ini wajib dikantongi sebelum akhirnya pesawat dapat diserahkan secara komersial kepada maskapai pelanggan.
Kehadiran Yakovlev MC-21 diharapkan mampu menjadi tulang punggung baru bagi maskapai-maskapai komersial di Rusia. Pesawat ini diproyeksikan untuk mengisi rute-rute penerbangan domestik dan merevitalisasi industri penerbangan nasional di masa depan.



KOMENTAR ANDA