Pesawat Boeing 737 MAX 7 akhirnya resmi mendapatkan lampu hijau untuk beroperasi secara komersial. Kepastian ini diperoleh setelah anggota terkecil dari keluarga 737 MAX tersebut menuntaskan salah satu program sertifikasi terlama dalam sejarah pabrikan.
Federal Aviation Administration (FAA) secara resmi menerbitkan sertifikat tipe amandemen untuk pesawat tersebut. Langkah regulasi ini sekaligus mengakhiri penantian panjang program pengujian yang telah berjalan lebih dari delapan tahun sejak pertama kali mengudara.
Selain sertifikat tipe, regulator penerbangan Amerika Serikat tersebut juga memperbarui sertifikat produksi Boeing. Hal ini memberikan izin penuh bagi perusahaan untuk memproduksi 737-7 di bawah sistem manufaktur yang telah disetujui.
Kendati telah mengantongi restu regulasi, pesawat ini tidak akan langsung melayani penerbangan komersial dalam waktu dekat. Pihak Boeing dan maskapai pemesan utama (launch customer), Southwest Airlines, masih harus mempersiapkan armada tersebut sebelum benar-benar siap diterbangkan membawa penumpang.
Boeing saat ini memperkirakan pengiriman perdana unit 737-7 baru akan terlaksana pada tahun 2027 mendatang. Sementara itu, Southwest Airlines menyatakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan pasca-sertifikasi guna menyesuaikan spesifikasi operasional, manual, hingga prosedur pelatihan pilot.
Pencapaian besar ini merupakan buah dari program pengujian intensif yang dimulai sejak tahun 2018. Pengujian tersebut mencakup lebih dari 1.000 jam uji terbang dan darat, analisis keselamatan sistem yang mendalam, serta evaluasi faktor manusia secara menyeluruh.
Salah satu hambatan teknis terbesar yang berhasil diselesaikan adalah desain ulang sistem anti-es pada mesin (engine anti-ice system). Sistem tersebut harus diperbarui untuk mengatasi potensi masalah panas berlebih pada bagian saluran masuk mesin (engine inlet) yang ditemukan selama pengujian terbang.
Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes, Stephanie Pope, menyebut bahwa sertifikasi ini memvalidasi ketatnya desain pesawat tersebut. Ia juga mengapresiasi ketahanan dan kerja keras tim teknik yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk masa pandemi global serta transisi proses regulasi baru.
Dengan dikantonginya izin ini, Boeing dapat segera menangani sekitar 30 unit pesawat 737 MAX 7 yang telah selesai dirakit namun tertahan di fasilitas penyimpanan. Pabrikan harus memodifikasi pesawat-pesawat tersebut agar sesuai dengan konfigurasi akhir yang telah tersertifikasi sebelum diserahkan kepada maskapai.
Di sisi lain, tuntasnya sertifikasi MAX 7 juga menjadi sinyal positif bagi varian terbesar keluarga tersebut, yakni 737 MAX 10. Boeing kini mengalihkan fokus penuh untuk merampungkan proses sertifikasi MAX 10 yang ditargetkan menyusul dalam waktu dekat.



KOMENTAR ANDA