post image
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan operasional Skadron Udara 12 yang bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, 6 Agustus 2026./Kemhan RI
KOMENTAR

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Riau pada Kamis, 6 Agustus 2026. Agenda utama kunjungan tersebut adalah meninjau secara langsung kesiapan operasional Skadron Udara 12 yang bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Kehadiran Menhan di pangkalan udara tipe A tersebut disambut langsung oleh sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Udara serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau. Peninjauan ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap kesiapsiagaan alutsista dan moril prajurit di garda terdepan pertahanan udara.

Sebagai salah satu satuan elite pertahanan udara di bawah jajaran TNI AU, Skadron Udara 12 memegang peran yang sangat vital. Satuan ini mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, khususnya di kawasan barat Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional strategis.

Dalam arahannya di hadapan para prajurit, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa kemampuan tempur dan tingkat kesiapsiagaan satuan harus senantiasa terpelihara pada level tertinggi. Hal ini mutlak diperlukan agar TNI AU selalu siap menghadapi berbagai dinamika geopolitik serta mengantisipasi segala bentuk ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain mengecek kesiapan fisik alutsista, Menhan juga meninjau fasilitas pendukung operasional, hanggar pemeliharaan, serta kesiapan fasilitas simulasi terbang. Evaluasi menyeluruh ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana penunjang misi tempur berfungsi dengan optimal tanpa kendala berarti.

Peninjauan langsung ke Lanud Roesmin Nurjadin ini merupakan bagian integral dari komitmen berkelanjutan Kementerian Pertahanan. Tujuannya jelas, yakni terus memperkuat kapabilitas satuan-satuan pertahanan udara agar menjadi deterrent force atau efek gentar yang kuat di kawasan regional.

Kementerian Pertahanan, lanjut Menhan, berkomitmen untuk terus mendukung modernisasi alutsista secara bertahap dan terukur. Dukungan tersebut mencakup peningkatan teknologi aviasi, pemenuhan suku cadang, hingga peningkatan kesejahteraan serta profesionalisme para penerbang dan teknisi di lapangan.

Di sela-sela peninjauannya, Menhan Sjafrie juga menyempatkan diri untuk berdialog secara langsung dengan para penerbang muda dan teknisi Skadron Udara 12. Beliau mendengarkan secara seksama berbagai masukan serta kendala teknis yang dihadapi di lapangan demi perbaikan sistem pertahanan ke depan.

Pihaknya mengingatkan bahwa profesionalisme seorang prajurit TNI AU tidak hanya diukur dari kecanggihan alutsista yang diawaki, tetapi juga dari kedisiplinan, dedikasi, serta integritas yang tinggi dalam menjalankan tugas negara. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama keberhasilan setiap misi pertahanan udara.

Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI ke Pekanbaru ini ditutup dengan peninjauan fasilitas landasan pacu serta foto bersama jajaran prajurit Skadron Udara 12. Berdasarkan rilis resmi Biro Infohan Setjen Kemhan, rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan tetap mematuhi prosedur pengamanan ketat.


Sjafrie Sjamsoeddin: Jangan Sakiti Hati Rakyat

Sebelumnya

Tiongkok Pamerkan Jet Pembom H-6N

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer