Mamdani lahir di Kampala, ibu kota Uganda. Ayahnya terusir ke sana. Keluarga Mamdani adalah keluarga Muslim aliran sy'iah. Di Kampala mereka terusir lagi: pilih ke Afrika Selatan. Lalu berimigrasi ke Amerika.
"Mesir telah dirampok".
Kalau saja ada jajak pendapat di New York kata-kata itu terbukti dapat dukungan luas. Mamdani sudah seperti sihir. Bahkan serangannya kepada Netanyahu pun ternyata ''laku''. Bukan hanya di kalangan yang pro-Palestina, bahkan di kalangan Yahudi New York sendiri.
Pekan lalu ada jajak pendapat soal Netanyahu di sana. Khusus di kalangan masyarakat Yahudi hasilnya unik: 30 persen setuju dengan pendapat Mamdani. Yang tidak setuju 20 persen. Selebihnya menyatakan: tidak cukup punya pengetahuan untuk memberikan penilaian.
Mamdani ternyata dapat dukungan luas pun di kalangan Yahudi New York.
Selama di New York saya mengalokasikan waktu satu hari penuh untuk melihat apa saja yang dilakukan Mamdani: saya naik bus kota New York yang dulu direncanakan untuk digratiskan. Ada promosi stiker Piala Dunia di dalam bus. Di situ bola tidak lagi bulat. Bolanya dibentuk seperti apel –kan New York disebut kota "Big Apple". Ternyata hanya enam bulan bus itu gratis. Lalu kembali harus bayar.
Lalu saya ke taman-taman yang akan dirombak: belum berubah.
Saya juga melewati sebuah bangunan di bawah jalan layang. Bangunan itu rencananya diubah menjadi toko grosir murah untuk warga miskin New York. Juga belum dimulai. Masih tetap bangunan lama yang kusam. Saya tidak mampir karena belum ada apa-apa.
Semua itu tidak sampai menurunkan citra Mamdani. Rakyat tahu: APBD New York tidak cukup. Tersiar berita bahwa wali kota yang lama telah terlalu banyak utang yang membebani keuangan New York.
"Mesir telah dirampok".




KOMENTAR ANDA