post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Pesawat pengintai legendaris Lockheed SR-71 Blackbird dikenal sebagai salah satu mahakarya kedirgantaraan tercepat di dunia yang tidak pernah berhasil ditembak jatuh sepanjang masa dinasnya. Mengudara di ketinggian hingga 80.000 kaki dengan kecepatan melampaui Mach 3, Blackbird bahkan pernah dijadikan target uji coba simulasi penyergapan oleh jet-jet tempur garis depan milik militer Amerika Serikat, seperti F-14 Tomcat dan F-15 Eagle.

Latihan simulasi yang dikenal dengan sandi Eagle Bait bagi Angkatan Udara AS (USAF) dan Tomcat Chase bagi Angkatan Laut AS dirancang untuk melatih pilot mengunci serta mencegat target berkecepatan dan berelevasi tinggi. Namun, para pilot tempur menghadapi kesulitan luar biasa untuk mendeteksi Blackbird, bahkan ketika skenario latihan sengaja diatur sedemikian rupa guna menguntungkan posisi jet pencegat.

Mantan pilot SR-71, Kolonel Richard H. Graham, dalam bukunya mengungkapkan bahwa sistem pertahanan elektronik Blackbird sering kali harus dimatikan terlebih dahulu agar jet pencegat memiliki peluang untuk mengunci target. Tanpa pengaturan yang sangat terkontrol dan rute yang telah ditentukan sebelumnya, hampir mustahil bagi F-15 maupun F-14 pada era tersebut untuk melakukan simulasi penembakan yang presisi.

Fakta menarik lainnya diungkapkan oleh pilot SR-71 lainnya, Dave Peters, yang menyatakan bahwa F-15 generasi awal bahkan tidak dapat menemukan posisi Blackbird di layar radar. Hal tersebut terjadi meskipun seluruh perangkat penangkal serangan telah dinonaktifkan dan kru Blackbird sudah memberikan koordinat lokasi terbang mereka secara presisi kepada pilot tempur.

Penyebab utama 'hilangnya' Blackbird dari radar F-15 ternyata bukan karena kegagalan mekanis, melainkan batasan perangkat lunak (software) pada sistem kontrol tembak radar AN/APG-63 pulse-Doppler milik F-15. Radar tersebut memiliki batasan kecepatan (speed gate) hingga 1.500 knot. Akibatnya, ketika Blackbird melesat dengan kecepatan antara 1.850 hingga 2.000 knot, sistem komputer radar mengabaikan pantulan sinyal tersebut karena dianggap bukan target realistis.

Tantangan pendeteksian semakin bertambah rumit ketika kedua pesawat terbang secara berhadapan (head-on). Dengan kecepatan F-15 sekitar 600 knot dan SR-71 di kisaran 1.900 knot, kecepatan penutupan (closing velocity) mencapai sekitar 2.500 knot, yang melampaui parameter perhitungan komputer kendali radar saat itu.

Temuan penting dari latihan Eagle Bait ini langsung dimanfaatkan militer untuk melakukan pembaruan perangkat lunak radar pada jet F-15. Generasi radar berikutnya, seperti APG-70, kemudian dilengkapi prosesor sinyal yang dapat diprogram ulang untuk memperluas rentang kecepatan target tanpa perlu merombak seluruh perangkat keras.

Kendati radar F-15 akhirnya mampu melihat Blackbird, proses penyergapan fisik tetap menjadi kendala besar karena perbedaan ketinggian yang drastis. Rudal udara-ke-udara seperti AIM-7 Sparrow yang diluncurkan dari ketinggian F-15 di 25.000 kaki harus menanjak hingga ketinggian 80.000 kaki, di mana udara yang sangat tipis menyulitkan sirip kendali rudal bermanuver mengejar SR-71.

Fenomena batas deteksi radar ini mirip dengan tantangan pertahanan udara modern saat ini dalam mendeteksi drone intai berukuran kecil. Jika masalah pada era Blackbird dipicu oleh kecepatan yang terlalu tinggi, radar modern justru kerap menyaring target drone lambat karena perangkat lunak menganggapnya sebagai kawanan burung atau gangguan (clutter).

Kini, peta kekuatan udara telah berubah drastis dengan hadirnya varian mutakhir seperti F-15EX Eagle II yang dilengkapi radar canggih AESA AN/APG-82 dan rudal jarak jauh modern. Jika simulasi penyergapan diulang pada masa sekarang, integrasi jaringan data dan komputasi modern diperkirakan akan memberikan peluang keberhasilan tembak yang jauh lebih besar terhadap pesawat intai legendaris tersebut.


Ini Lima Negara dengan Kekuatan Udara Terbesar di Dunia

Sebelumnya

Korea Selatan Resmi Luncurkan Program Jet Tempur Siluman Generasi Keenam

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Militer