post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Sebuah pesawat penumpang milik maskapai nasional Australia, Qantas, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Selandia Baru setelah salah satu mesinnya dilaporkan memercikkan kobaran api sesaat setelah lepas landas. Insiden menegangkan di udara ini memicu respons cepat dari otoritas keselamatan penerbangan dan layanan darurat setempat.

Penerbangan dengan nomor QF234 tersebut menggunakan armada Boeing 737-800 yang dijadwalkan terbang melintasi Laut Tasman dari Queenstown, Selandia Baru, menuju Sydney, Australia. Sesaat setelah meninggalkan landasan pacu di Bandara Queenstown, para saksi di darat dan penumpang di dalam kabin melihat letupan serta kobaran api yang keluar dari bagian mesin pesawat.

Melihat anomali serius pada mesin dan potensi bahaya yang mengancam keselamatan penerbangan, awak kokpit segera mengambil keputusan taktis untuk menghentikan pendakian. Pilot kemudian mematikan salah satu mesin yang bermasalah sesuai prosedur standar penanganan darurat mesin pesawat komersial.

Dengan hanya mengandalkan satu mesin yang tersisa, pilot memutuskan untuk mengalihkan rute penerbangan (divert) menuju Bandara Invercargill yang terletak di wilayah selatan Selandia Baru. Bandara tersebut dipilih karena memiliki fasilitas landasan pacu yang memadai dan kondisi topografi sekitar yang dinilai lebih aman untuk pendaratan darurat dibanding kembali bermanuver di Queenstown.

Menjelang kedatangan pesawat, otoritas Bandara Invercargill langsung menetapkan status siaga tinggi. Sejumlah armada pemadam kebakaran bandara bersama unit tanggap darurat lokal dikerahkan dan disiagakan di sepanjang jalur landasan pacu guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran saat pesawat mendarat.

Pesawat Boeing 737-800 tersebut akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di landasan pacu Invercargill tanpa insiden tambahan. Seluruh penumpang dan awak kabin yang berada di dalam pesawat dilaporkan selamat serta tidak ada korban luka yang timbul selama proses pendaratan darurat berlangsung.

Pihak maskapai Qantas segera menyampaikan konfirmasi dan pernyataan resmi mengenai insiden yang menimpa armadanya. Maskapai menyatakan bahwa dugaan awal pemicu kobaran api pada mesin adalah terjadinya benturan dengan kawanan burung (bird strike) sesaat setelah pesawat mengudara dari Bandara Queenstown.

Qantas juga memuji tindakan profesional dan ketenangan para pilot serta awak kabin dalam mengendalikan situasi darurat tersebut. Menurut perwakilan maskapai, pilot telah menjalani pelatihan intensif berulang kali untuk menangani skenario pendaratan menggunakan satu mesin sehingga prosedur evakuasi dapat berjalan lancar.

Setelah mendarat, para penumpang dievakuasi ke terminal kedatangan dan langsung mendapatkan penanganan dari staf darat Qantas. Maskapai menyediakan akomodasi hotel, konsumsi, serta mengatur jadwal penerbangan pengganti bagi para penumpang agar dapat segera melanjutkan perjalanan menuju destinasi akhir di Sydney.

Sementara itu, pesawat Boeing 737 yang terdampak langsung ditarik ke area apron untuk menjalani inspeksi teknis mendalam oleh tim mekanik. Komisi Investigasi Kecelakaan Transportasi Selandia Baru (TAIC) bersama regulator penerbangan terkait turut membuka penyelidikan guna memastikan tingkat kerusakan pada bilah mesin serta mengonfirmasi penyebab pasti insiden tersebut.


Trump Terbang Lagi dengan Boeing 747-8 Eks Qatar, Upgrade Sistem Keamanannya Belum Diketahui Pasti

Sebelumnya

40 Unit ATR 72-600 Dipesan FLY91 untuk Perkuat Konektivitas Regional India

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews