Di tengah gempuran konflik yang tak berkesudahan, Teheran secara resmi mengajukan tiga syarat "harga mati" kepada Amerika Serikat (AS) jika ingin perang ini segera dihentikan.
Usut punya usut, langkah berani ini diambil setelah sempat ada upaya lobi-lobi alias perundingan terbatas antara kedua belah pihak. Alih-alih adem, negosiasi justru berjalan alot lantaran perbedaan prinsip yang terlampau tajam.
Lantas, apa saja tiga syarat bikin merinding yang diajukan Iran?
Pertama, Teheran mendesak Washington agar menghentikan total seluruh operasi dan intervensi militer yang mengancam kedaulatan Iran. Bagi pemerintah Iran, agresivitas militer AS selama ini adalah biang keladi utama hancurnya stabilitas keamanan di kawasan.
Kedua, urusan perut dan ekonomi! Iran menuntut pencabutan pembekuan aset keuangan mereka serta penghentian blokade laut yang selama ini mencekik aktivitas perdagangan internasional negeri para mullah tersebut.
Ketiga, tak mau tertipu untuk kedua kalinya, Iran meminta jaminan internasional yang kuat agar agresi serupa tidak terulang lagi, plus kompensasi atas kerugian masif akibat hantaman perang bersenjata.
Lalu, bagaimana reaksi dari Gedung Putih? Nah, ini yang bikin penasaran! Presiden AS Donald Trump malah pasang badan dan sesumbar bahwa penyelesaian konflik sepenuhnya ada di tangan mereka, sembari waspada dengan ancaman hantaman harga minyak dunia yang bisa bikin pusing tujuh keliling.
Meski Washington kadang ngasih "lampu hijau" buat berdialog, para pengamat menilai gaya kepemimpinan Trump yang kerap berubah-ubah bikin Iran pasang strategi wait and see. Jelas saja, Teheran ogah tertipu mentah-mentah tanpa komitmen hitam di atas putih!
Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan AS. Mau lanjut gempur atau terima syarat Iran demi perdamaian? Kita tunggu saja babak selanjutnya!



KOMENTAR ANDA