Kelompok maskapai penerbangan utama Amerika Serikat yang tergabung dalam Airlines for America (A4A) secara resmi menyatakan penolakan terhadap pengajuan permohonan penerbangan tambahan oleh Air China.
Permintaan penambahan jadwal penerbangan tersebut diajukan oleh maskapai asal Beijing itu untuk melayani rute dari Beijing menuju New York dan Washington.
Rencana penambahan penerbangan ini sedianya dikaitkan dengan momentum kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat.
Kendati hanya meminta tambahan dua penerbangan untuk pekan ini dan pekan depan, maskapai-maskapai AS, termasuk American Airlines, Delta Air Lines, dan United Airlines, bereaksi keras.
Maskapai AS khawatir penambahan tersebut dapat menjadi preseden buruk yang membuka jalan bagi peningkatan frekuensi penerbangan komersial reguler secara permanen.
Inti dari penolakan ini berakar pada ketimpangan akses wilayah udara Rusia yang telah lama dikritik oleh industri penerbangan komersial Amerika Serikat.
Maskapai China diizinkan untuk melintasi wilayah udara Rusia pada rute penerbangan menuju AS, sementara maskapai AS dilarang melakukan hal serupa.
Larangan bagi maskapai AS terbang di atas Rusia merupakan bentuk pembalasan setelah Washington melarang penerbangan asal Rusia menyusul konflik di Ukraina.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan besar bagi maskapai China berupa rute yang lebih pendek, efisiensi bahan bakar yang tinggi, serta biaya operasional yang jauh lebih murah.
Oleh karena itu, asosiasi maskapai AS mendesak agar penerbangan tambahan tersebut diklasifikasikan secara ketat sebagai penerbangan sewa (charter) alih-alih penambahan jadwal reguler.



KOMENTAR ANDA