post image
Foto: BBC
KOMENTAR

Setidaknya dua orang dilaporkan tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone besar-besaran yang dilancarkan Ukraina ke wilayah Moskow. Gubernur Andrei Vorobyev menyampaikan bahwa serangan Minggu dinihari, 20 September 2026, tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup parah di sejumlah titik pemukiman warga.

BBC melaporkan, Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyebut insiden ini sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pihaknya mengklaim sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh 450 drone yang bergerak menuju ibu kota Rusia tersebut.

Akibat gelombang serangan ini, sebuah kilang minyak mengalami kerusakan cukup parah dan beberapa rumah warga dilaporkan terbakar hebat. Serangan udara ini terjadi di tengah penyelenggaraan hari ketiga pemilu parlemen Rusia yang berada di bawah kontrol ketat Kremlin.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mengonfirmasi bahwa pasukan Kyiv memang sengaja menargetkan fasilitas minyak utama serta situs logistik Rusia di wilayah tersebut. Menurutnya, fasilitas-fasilitas tersebut bernilai miliaran dolar yang selama ini menjadi penopang utama mesin perang Rusia.

Di wilayah Moskow, seorang wanita berusia 44 tahun tewas di Sofyino setelah sebuah drone menghantam bangunan tempat tinggal tiga lantai. Gubernur Vorobyev menambahkan bahwa seorang pria lanjut usia juga meninggal dunia di distrik Orekhovo-Zuevo akibat hantamannya pada rumah pribadi.

Dampak serangan ini turut melumpuhkan sektor penerbangan sipil di ibu kota. Bandara Internasional Sheremetyevo sempat memberlakukan pembatasan sementara, sementara Bandara Vnukovo menghentikan seluruh jadwal kedatangan dan keberangkatan sebelum akhirnya kembali dibuka pada Minggu pagi.

Sementara itu, eskalasi kekerasan juga memakan korban jiwa di pihak Ukraina akibat serangan balasan Rusia. Pejabat setempat melaporkan delapan orang, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan Rusia di wilayah Kyiv dan Sumy pada hari Sabtu sebelumnya.

Di kota Fastiv, Kyiv, seorang ibu bersama dua anaknya yang masih kecil meninggal dunia akibat serangan udara Rusia. Selain itu, empat orang lainnya tewas di wilayah timur laut Sumy setelah kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran hantaman drone.

Ketegangan militer ini terus meningkat di tengah dinamika politik internasional, termasuk pengesahan undang-undang sanksi baru oleh Presiden AS Donald Trump yang menargetkan pembeli minyak dan gas Rusia. Baik Moskow maupun Kyiv belakangan semakin intensif saling meluncurkan serangan udara, terutama yang menyasar infrastruktur energi dan pusat-pusat logistik penting sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022.


Tekanan Politik Hantam Kanselir Jerman Friedrich Merz Jelang Pemilu Negara Bagian

Sebelumnya

Iran Ajukan Tiga Syarat Maut ke AS, Bola Panas Kini di Tangan Donald Trump

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Dunia