post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Ini kejadian super langka. Dua pesawat jet regional milik anak perusahaan American Airlines dilaporkan berada di udara secara bersamaan selama kira-kira 26 menit dengan nomor penerbangan dan callsign kontrol lalu lintas udara (ATC) yang persis sama. Insiden tersebut memaksa petugas pengatur lalu lintas udara memutar otak untuk membedakan kedua armada yang saling mendekati di ruang udara yang sama.

Kejadian yang berlangsung pada 12 Agustus lalu ini melibatkan dua pesawat Bombardier CRJ-700 milik PSA Airlines yang beroperasi sebagai American Eagle dengan nomor penerbangan AA5083. Penerbangan ini melayani rute bolak-balik antara Bandara Internasional Philadelphia (PHL) dan Bandara Rhode Island T.F. Green di Providence (PVD).

Meskipun nomor penerbangan yang tertera pada tiket penumpang adalah AA5083, kode panggil resmi ATC untuk PSA Airlines adalah "Bluestreak". Hal ini membuat kedua pesawat teridentifikasi oleh pengawas penerbangan sebagai "Bluestreak 5083", alih-alih menggunakan panggilan resmi American Airlines.

Insiden berawal ketika pesawat pertama (registrasi N527EA) dari Philadelphia menuju Providence mengalami penundaan jadwal. Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 19.35 baru dapat mengudara pada pukul 21.20 dan baru mendarat di Providence pada pukul 22.04 malam.

Untuk menjaga ketepatan waktu penerbangan balik, pihak maskapai tidak menunggu kedatangan N527EA dan memilih memberangkatkan pesawat cadangan (registrasi N539EA) dari Providence pada pukul 21.38. Sayangnya, pesawat pengganti ini tetap diberangkatkan menggunakan nomor penerbangan dan callsign yang sama persis, yaitu AA5083 / Bluestreak 5083.

Kondisi tersebut menyebabkan kedua jet CRJ-700 terbang bersamaan di udara dari pukul 21.38 hingga 22.04. Keduanya berada di frekuensi radio yang sama dan melintasi ruang udara yang sama, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan navigasi serta komunikasi yang membahayakan.

Beruntung, petugas ATC menyadari situasi duplikasi tersebut sebelum terjadi masalah fatal. Petugas penerbangan dengan cekatan memberi peringatan kepada kedua awak kokpit dan membedakan panggilan penerbangan menjadi "Bluestreak 5083 inbound" untuk pesawat yang datang dan "Bluestreak 5083 outbound" untuk pesawat yang berangkat.

Langkah cepat petugas ATC tersebut berhasil mencegah terjadinya pelanggaran batas jarak aman antarpesawat (loss of separation), sehingga tidak ada bahaya langsung bagi penumpang maupun awak pesawat. Kendati demikian, kejadian ini menambah daftar panjang kekhawatiran operasional karena insiden serupa berulang tak lama kemudian.

Kurang dari dua hari setelah insiden CRJ-700 ini, dua pesawat Boeing 737-800 milik American Airlines juga mengalami masalah duplikasi callsign "American 2482" di dekat Bandara Phoenix Sky Harbor (PHX). Penyebabnya persis sama, yakni penundaan penerbangan awal yang direspons dengan pengoperasian pesawat cadangan tanpa mengubah kode panggil operasional.

Guna mencegah risiko serupa di masa mendatang, otoritas penerbangan seperti FAA dan pakar keselamatan mendorong perbaikan prosedur penataan callsign. Penambahan karakter alfabet pada callsign operasional saat terjadi perubahan armada dinilai menjadi solusi krusial agar insiden duplikasi kode panggil tidak berulang kembali.


Superjumbo A380 Alami Insiden Saat Mendarat di Munich

Sebelumnya

Maskapai AS Resmi Larang Robot Humanoid Masuk Kabin dan Bagasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews