post image
Donald Trump dan Natalie Harp
KOMENTAR

Bila beberapa bulan lalu dikait-kaitkan dengan pengusaha pedofil Jeffrey Epstein, kini  Donald Trump disebut memiliki hubungan spesial dengan asisten khususnya, Natalie Harp.

Kedekatan Trump dengan Harp ini yang konon membuat First Lady Melania Trump sempat menghilang dari pandangan publik.

Laporan yang dipublikasikan oleh The Daily Beast dan diliput lebih lanjut oleh CNN menunjukkan tingkat loyalitas serta keterikatan personal yang sangat mendalam dari sang asisten berusia 35 tahun tersebut kepada sang presiden.

Dalam surat-surat bertanggal tahun 2023 yang ditandatangani langsung olehnya, Harp menuliskan ungkapan pengabdian yang kuat kepada Trump. Ia menggambarkan mantan pembawa acara televisi tersebut sebagai pelindung utamanya dan menyampaikan bahwa pandangan Trump terhadap dirinya adalah hal yang paling berharga.

Salah satu surat yang ditulis usai kunjungan perjalanan ke Skotlandia memperlihatkan Harp meminta maaf atas sejumlah insiden yang dikhawatirkannya telah mempermalukan sang presiden. Ia menceritakan rasa paniknya saat sempat tertinggal di dalam van di luar bagian kepabeanan tanpa paspor, hingga insiden di mana ia terlihat berjalan kaki di lapangan golf alih-alih menggunakan mobil golf (golf cart).

"Saya ingin segala hal di antara kita selalu baik-baik saja," tulis Harp dalam petikan surat tersebut. Ia menambahkan permohonan maaf karena sempat kehilangan fokus akibat kelelahan dan duka atas kepergian ayahnya, sembari menuliskan kalimat: “You are all that matters to me... Thank you for being my Guardian and Protector in this Life.” Surat tersebut diakhiri dengan salam penutup, “With all my heart, Natalie.”

Pada lembaran surat lainnya, Harp mengenang masa-masa awal hubungan kerja mereka saat ia masih menjadi pembawa acara di jaringan One America News Network (OANN). Ia mengungkapkan kerinduannya pada momen ketika Trump sering meneleponnya untuk membicarakan banyak hal santai di luar pekerjaan dan meminta agar sang presiden tak ragu menegurnya secara keras jika ia melakukan kesalahan.

Nama Natalie Harp belakangan menjadi pusat perbincangan di Washington setelah Senator Partai Demokrat asal Georgia, Jon Ossoff, melontarkan kritik publik mengenai keberadaan Harp yang hampir selalu mendampingi Trump dalam berbagai agenda penting dan penerbangan kepresidenan. Hal ini memicu gelombang pertanyaan media kepada pihak Gedung Putih mengenai batasan profesionalitas di lingkaran dalam presiden.

Sosok Harp sendiri di kalangan staf kampanye dan Gedung Putih kerap dijuluki sebagai "Human Printer". Julukan ini disematkan karena perannya yang kerap membawa printer portabel guna mencetak artikel berita positif, jajak pendapat yang menguntungkan, serta materi media sosial untuk dibaca langsung oleh Trump ke mana pun ia bepergian.

Selain mengurus materi cetak, Harp memiliki peran strategis sebagai salah satu dari segelintir staf yang memegang kendali langsung atas unggahan di akun Truth Social milik Trump. Ia kerap mengetikkan langsung pemikiran dan pernyataan yang didiktekan oleh presiden secara langsung, menjadikannya salah satu figur penyaring informasi utama di sekitar Trump.

Keterikatan mendalam Harp terhadap Trump berakar dari riwayat perjuangannya melawan penyakit kanker tulang stadium lanjut di masa lalu. Harp secara konsisten menyatakan bahwa kebijakan undang-undang Right to Try yang diteken pada era pemerintahan pertama Trump telah memberinya akses terhadap pengobatan eksperimental yang menyelamatkan nyawanya, sehingga ia memandang Trump sebagai sosok penolong hidupnya.

Menanggapi ramainya pemberitaan mengenai surat-surat tersebut dan kritik dari politisi oposisi, pihak Gedung Putih menegaskan pembelaan terhadap Harp. Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Natalie Harp merupakan anggota tim yang sangat berdedikasi, setia, dan bekerja keras, serta menilai sorotan terhadap surat-surat pribadi tersebut sebagai serangan bermuatan politis dari pihak lawan.

 


7 Pemimpin Dunia Kecam Pemukiman Israel “East 1” di Tepi Barat

Sebelumnya

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia