post image
Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan, Itamar Ben-Gvir
KOMENTAR

Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, yang dulunya sempat ditolak masuk militer karena dianggap terlalu ekstrem, kini justru menjadi bagian dari lingkaran inti pemerintahan.

Dalam agenda kampanye menjelang pemilihan umum, Ben-Gvir tampak dikelilingi oleh barisan pendukung muda segar yang mengibarkan bendera partai besar di tengah pengawalan ketat.

Diberitakan BBC, saat berkunjung ke pasar tertutup di Ramle, sebuah kota campuran Yahudi dan Arab, ia menyampaikan pesan kepada para pemilih muda agar antusias menggunakan hak pilih mereka.

Lebih dari setengah juta pemilih pemula dijadwalkan akan memberikan suara dalam pemilu kali ini, yang dinilai banyak pihak sebagai penentu eksistensial bagi keamanan dan identitas masa depan Israel.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa pertarungan suara diprediksi akan berlangsung ketat, di mana kehadiran para pemilih muda baru berpotensi besar menjadi penentu hasil akhir pemilu.

Sekitar 16 persen pemilih pemula dilaporkan berencana memberikan dukungan kepada partai-partai beraliran jauh ke kanan, seperti Jewish Power atau Religious Zionism.

Sebagian besar anak muda Israel melihat figur seperti Ben-Gvir mampu menghadirkan rasa aman serta ketegasan dalam menunjukkan kekuatan negara di tengah dinamika kawasan yang bergejolak.

Dampak dari peristiwa serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 turut membentuk pola pikir generasi muda bahwa perdamaian konvensional sulit dicapai, sehingga pendekatan keamanan yang kuat lebih diandalkan.

Kendati demikian, Ben-Gvir tetap menjadi sosok yang memecah belah di tengah masyarakat, mengingat posisinya yang radikal terkait aneksasi wilayah dan pemindahan penduduk menuai kecaman dari berbagai pihak.

Di sisi lain, blok oposisi juga gencar mendekati kelompok pemilih muda melalui pemanfaatan platform media sosial seperti TikTok dan Instagram guna menandingi dominasi kampanye digital kubu petahana.

 


Korea Utara akan Lanjutkan Siaran Propaganda di Perbatasan

Sebelumnya

Pemerintah Kuba Kecam Keras Provokasi Duta Besar AS di Markas PBB

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia