post image
KOMENTAR

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Kabinet Paripurna, Rabu, 21 Oktober 2026 menyampaikan sejumlah hal yang penting untuk dijadikan pedoman usai dua tahun perjalanan Kabinet Merah Putih. 

Redaksi merangkum isi pidato Prabowo ke dalam empat poin besar, sebagai berikut:

Tantangan Global dan Geopolitik Dunia

Presiden Prabowo menyoroti kondisi global yang penuh dengan krisis, konflik, perang fisik, perang dagang, perang ekonomi, hingga perang tarif yang ditandai oleh persaingan hegemoni antar kekuatan besar. Selain itu, dunia juga menghadapi ancaman dari perubahan iklim serta posisi Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire (lingkaran api) yang rawan terhadap bencana alam.

Ancaman Penyelundupan dan Keharusan untuk Survival

Pemerintah menekankan bahwa Indonesia berada dalam kondisi survival (harus bertahan) untuk menyelamatkan sumber daya alam dan kekayaan bangsa dari praktik penyelundupan (seperti timah, emas, batu bara, kayu, BBM, hingga pupuk bersubsidi) yang diibaratkan seperti membocorkan darah atau membunuh ekonomi negara.

Politik Luar Negeri "Good Neighbor Policy" dan Politik Persatuan Nasional

Dalam politik luar negeri, Indonesia menganut prinsip "1.000 kawan terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak" serta menjalankan good neighbor policy dengan menghormati semua negara tanpa ikut blok militer manapun. Sedangkan di dalam negeri, ditekankan pentingnya politik persatuan nasional (National Unity) untuk merangkul semua kekuatan dan mengatasi perpecahan di tengah kerawanan global.

Capaian Swasembada Pangan dan Ketahanan Energi

Di tengah situasi dunia yang sulit dan penuh tantangan, Indonesia patut bersyukur karena berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu yang relatif cepat sebagai antisipasi pangan yang dapat dijadikan senjata. Selain itu, pemerintah terus menggenjot ketahanan energi melalui pemanfaatan batu bara, geothermal, serta pengembangan bahan bakar nabati seperti biodiesel (mencapai B50) dan etanol (menuju E50) agar terbebas dari ketergantungan impor BBM. 

Berikut ini adalah kutipan lengkap verbatim pidato Prabowo Subianto itu:

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat sore.
Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Shalom salve om swastiastu.
Namo buddhaya salam kebajikan rahayu-rahayu. 

Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia, Saudara Gibran Rakabuming Raka, para Menteri Koordinator, para Menteri, Kepala Badan beserta Wakil yang hadir, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, para Penasihat Khusus Presiden dan Utusan Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI, para Kepala Staf, Kepala Staf Angkatan Darat, Laut dan Udara yang saya hormati, Ketua dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Yang saya hormati Gubernur Bank Indonesia dan Ketua OJK.

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati dan saya banggakan. Pertama-tama sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan maha besar, Tuhan Maha Kuasa, bagi umat Islam Allah Subhanahu wa taala yang memiliki sekalian alam atas segala karunia kebaikan dan kedamaian yang masih diberikan kepada bangsa kita atas nafas dan kesehatan yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul pada siang hari ini dalam acara sidang kabinet paripurna kabinet merah putih untuk memaknai 2 tahun pertama pemerintah yang kita jalankan.

Saudara-saudara sekalian, 2 tahun telah kita lalui bersama. 2 tahun telah kita bekerja bersama. 2 tahun telah kita mengemban amanah dari rakyat kita. Kita telah menghadapi berbagai tantangan.

Saudara-saudara, lingkungan global pada saat kita menjalankan pemerintahan cukup menantang lingkungan global. yang kita hadapi sekarang penuh dengan krisis, penuh dengan konflik, bahkan peperangan. Hampir di semua wilayah dunia kita terjadi perang, perang fisik, perang terbuka. Tapi lebih dari itu terjadi juga perang dagang, perang ekonomi, perang tarif.

Saudara-saudara, kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia, antara kekuatan-kekuatan besar. Saudara-saudara sekalian, kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara. Karena dunia kita sudah saking terintegrasinya, kita saling bergantung satu sama lain, Saudara-saudara sekalian.

Di samping itu, di samping situasi global yang ditandai oleh hegemoni persaingan hegemoni yang keras di bidang geopolitik, kita juga menghadapi akibat dari perubahan cuaca sudah menjadi pengetahuan ilmiah bahwa perubahan cuaca ini mengakibatkan berbagai gejolak. Kita juga tidak bisa lepas bahwa kenyataannya kita berada dalam apa yang disebut the ring of fire. Kita menempati gugusan kepulauan. yang merupakan bagian dari lingkaran api terdiri dari gunung-gunung berapi, lempengan-lempengan kontinental yang secara teratur akan bergerak yang mengakibatkan berbagai fenomena dan terus terang saja memberi tantangan kepada kita menghadapi bencana alam.

Saudara-saudara, tantangan juga disertai oleh peluang. Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga. Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita, Saudara-saudara.

Inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran kabinet merah putih. Saya sebagai pemimpin, Saudara-saudara. Saya sebagai yang diberi mandat oleh rakyat. Saya merasa bahwa saudara-saudara sebagai pembantu-pembantu inti saya dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras, Saudara-saudara. telah memberi apa yang saudara bisa memberi dengan semangat. Saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan. Saya ingin ucapankan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama 2 tahun ini.

Saudara-saudara, berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama tim, teamwork, kemampuan kerja sama itu yang menentukan ya daripada banyak orang cemerlang dan brilian tapi tidak bisa kerja sama. Lebih baik orang yang biasa-biasa saja tapi bisa bekerja sama dengan baik. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia.

Tapi tentunya negara sebesar kita, negara yang hampir 300 juta tentunya menghasilkan putra-putri yang terbaik.

Saudara-saudara sekalian, melalui suatu dinamika alamiah, Saudara-saudara terpilih oleh dinamika. terpilih oleh alam. Sehingga saudara-saudara yang berada di hadapan saya sesungguhnya adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia.

Saudara-saudara sekalian, kita sebagai wujud nyata dari demokrasi Indonesia yang telah kita jalankan beberapa dekade ya. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, dari partai-partai politik yang berbeda, dari ormas-ormas yang berbeda. Mereka yang tidak dari partai politik juga berasal dari sektor-sektor yang berbeda, ada yang dari dunia akademisi, profesi yang berbeda-beda. Tapi kita telah berjumpa dalam satu panggilan sejarah.


Prabowo: Indonesia Tidak Ciut Hadapi Tekanan MSCI

Sebelumnya

Menjawab Spanduk dengan Kerja Negara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional