post image
Foto: Aerotimes
KOMENTAR

Untuk pertama kalinya dalam sejarah militer modern, jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Britania Raya (Royal Air Force/RAF) diterjunkan untuk mengambil bagian dalam latihan militer strategis Angkatan Udara Prancis yang mensimulasikan serangan nuklir.

Latihan gabungan bilateral yang diberi sandi Exercise Rummy ini melibatkan penerbangan lintas udara di atas wilayah Laut Mediterania. Dalam skenario tersebut, jet-jet tempur Rafale Prancis yang membawa kapabilitas nuklir terbang bersama dan dikawal secara langsung oleh armada Typhoon RAF.

Kementerian Pertahanan dari kedua negara mengonfirmasi pelaksanaan latihan bersejarah ini melalui sebuah pernyataan resmi. Kolaborasi ini menandai babak baru yang sangat signifikan dalam kerja sama pertahanan Anglo-Prancis, khususnya dalam memperkuat sinergi penangkalan strategis di Benua Eropa.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Catherine Vautrin, mengonfirmasi bahwa keterlibatan pesawat tempur Inggris tersebut berlangsung pada paruh kedua bulan Oktober. Ia menegaskan bahwa keberadaan kekuatan nuklir nasional yang independen tidak menghalangi pentingnya koordinasi antar-sekutu.

Latihan ini merupakan manifestasi konkret dari perjanjian kerja sama nuklir yang disepakati oleh Paris dan London. Kesepakatan tersebut digagas di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait Rusia serta dinamika dan ketidakpastian dukungan Amerika Serikat sebagai mitra aliansi.

Meskipun memberikan dukungan pengawalan strategis yang krusial, pihak berwenang menegaskan bahwa Prancis tetap mempertahankan kendali penuh dan eksklusif atas persenjataan nuklirnya. Peran jet Typhoon RAF murni difokuskan pada misi pengawalan konvensional dan perlindungan taktis di udara.

Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, turut memberikan tanggapan tegas mengenai latihan gabungan ini. Ia menyatakan bahwa di tengah dunia yang semakin berbahaya, para pihak lawan harus menyadari bahwa Inggris dan Prancis berdiri teguh bersama dalam menjaga keamanan dan perdamaian Eropa.

Bagi Inggris, keikutsertaan ini menunjukkan bagaimana pesawat tempur konvensional mereka mampu mendukung operasi strategis tingkat tinggi. Dukungan semacam ini tidak hanya terbatas pada pengawalan tempur, tetapi juga membuka ruang bagi koordinasi peperangan elektronika maupun penekanan pertahanan udara musuh.

Latihan Exercise Rummy sekaligus mengubah peran Britania Raya dari sekadar pengamat menjadi partisipan aktif dalam doktrin pencegahan nuklir udara Prancis. Perkembangan pesat ini tercapai dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak kerangka kerja sama strategis kedua negara diperkuat.

Secara keseluruhan, jalannya latihan gabungan ini menegaskan kembali komitmen jangka panjang London dan Paris dalam merawat stabilitas kawasan. Kerja sama erat ini memastikan kredibilitas penangkalan pertahanan bersama di Eropa tetap solid di tengah berbagai tantangan keamanan global yang kian kompleks.


Kecelakaan Mirage 2000D Prancis, Satu Awak Ditemukan, Pencarian Masih Berlangsung

Sebelumnya

Sekjen PBB: Kontingen Garuda Berperan Ciptakan Perdamaian Permanen

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer