post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Pemerintah Inggris resmi memperluas cakupan rencana modernisasi armada udara tempurnya melalui dokumen Defence Investment Plan (DIP) empat tahunan. Langkah strategis ini memastikan bahwa seluruh 107 unit jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) akan menerima peningkatan kemampuan secara menyeluruh, menandai lonjakan signifikan dari komitmen awal enam bulan lalu yang hanya menargetkan peremajaan terhadap 40 unit pesawat.

Sebelumnya pada Januari, pemerintah Inggris mengumumkan alokasi dana sebesar lebih dari £650 juta (sekitar $884 juta) untuk meningkatkan 40 unit Typhoon. Dana tersebut awalnya dialokasikan sebesar £453 juta untuk pengadaan radar canggih European Common Radar System (ECRS) Mk2 yang diproduksi di Skotlandia melalui kemitraan Leonardo UK, BAE Systems, dan Parker Meggitt, serta £205 juta untuk dukungan rekayasa sistem persenjataan oleh QinetiQ.

Kini, melalui pembaruan rencana pertahanan nasional, komitmen finansial untuk armada Eurofighter ditingkatkan drastis menjadi £5,4 miliar (sekitar $7,4 miliar). Menteri Kesiapan dan Industri Pertahanan Inggris, Luke Pollard, menegaskan bahwa anggaran jumbo ini dialokasikan penuh guna memelihara dan memodernisasi seluruh 107 unit Typhoon yang saat ini aktif di berbagai pangkalan udara RAF.

Peningkatan kemampuan tersebut mencakup armada yang ditempatkan di RAF Coningsby, RAF Lossiemouth, hingga empat unit Tranche 1 yang masih bertugas di RAF Mount Pleasant, Kepulauan Falkland. Selain integrasi radar ECRS Mk2 dengan kemampuan pengacau sinyal (jamming) bertenaga tinggi, program ini mencakup pembaruan perangkat lunak, sistem komunikasi, sistem pertahanan diri baru, serta pembidik helm terpadu (helmet-mounted sight) yang memungkinkan pilot mengarahkan senjata hanya dengan memandang sasaran.

Sebagai respons terhadap dinamika perang modern, RAF juga mempercepat integrasi sistem roket presisi berbiaya terjangkau, Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS), ke seluruh armada Typhoon. Langkah ini diadopsi agar jet tempur mampu merontokkan ancaman drone serang kamikaze satu arah (seperti drone tipe Shahed) secara ekonomis dan efisien tanpa harus menghabiskan rudal berharga mahal.

Armada Typhoon tetap dipertahankan sebagai tulang punggung kekuatan tempur udara Inggris setelah pensiunnya armada Panavia Tornado dan Harrier Jump Jet. Saat ini, Inggris mengoperasikan kombinasi armada garis depan yang terdiri dari Typhoon generasi 4+ serta jet tempur siluman generasi kelima F-35B Lightning II.

Kolaborasi antara kedua jenis jet tempur ini menjadi kunci doktrin tempur Inggris di medan perang modern. Jet siluman F-35B bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) yang menyusup ke wilayah musuh dan menyediakan gambaran komprehensif medan pertempuran (god’s-eye view), sebelum menyalurkan koordinat target kepada armada Typhoon untuk dieksekusi dengan kapasitas muatan senjatanya yang besar.

Dalam alokasi anggaran udara pada dokumen DIP periode tahun fiskal 2026/2027 hingga 2029/2030, Typhoon menjadi program kedua terbesar dengan nilai £5,4 miliar. Pos ini berada tepat di bawah program pengembangan jet tempur generasi keenam GCAP/Tempest yang menyerap £8,6 miliar ($11,7 miliar), serta di atas alokasi armada tanker Airbus Voyager (£2,4 miliar) dan pengadaan F-35 (£2,2 miliar).

Modernisasi besar-besaran terhadap seluruh armada Typhoon ini dinilai sangat krusial sebagai jembatan kapabilitas pertahanan Inggris hingga setidaknya dekade 2040-an. Pasalnya, jet generasi keenam GCAP/Tempest—yang dikembangkan bersama Italia dan Jepang—masih memerlukan waktu bertahun-tahun hingga benar-benar siap dan matang untuk memasuki dinas operasional aktif.

Meski dokumen investasi pertahanan Inggris sempat menuai kritik terkait kesiapan menghadapi potensi konflik jangka panjang, keputusan memodernisasi seluruh 107 jet Typhoon dipandang sebagai kemenangan penting bagi kesiapan RAF. Program ini tidak hanya memperpanjang masa pakai jet tempur andalan mereka, tetapi juga memperkuat industri kedirgantaraan domestik serta mengamankan ribuan lapangan kerja berteknologi tinggi di dalam negeri.


Penyebab Sukhoi Su-30 MK2 Tergelincir, Kendala Rem Saat Uji Terbang

Sebelumnya

Sukhoi Terperosok di Bandara Internasional Hasanuddin, Jadi Tontonan Warga

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer