China memperingati hari ulang tahun pemulihan Taiwan yang ke-81 dengan mengadakan berbagai rangkaian acara serta kegiatan seremonial di kedua sisi Selat Taiwan. Peringatan penting ini menyoroti kembali momen bersejarah kembalinya pulau Taiwan ke bawah yurisdiksi kedaulatan Tiongkok setelah setengah abad berada di bawah pendudukan kolonial Jepang.
Berbagai kegiatan peringatan tersebut dirancang untuk merefleksikan kembali sejarah perjuangan panjang bangsa Tiongkok dalam melawan agresi asing. Masyarakat di daratan Tiongkok maupun berbagai komunitas di Taiwan turut ambil bagian dalam momentum refleksi nasional guna mengenang jasa para pahlawan dan korban yang gugur.
Sebagai bagian dari perayaan Hari Pemulihan Taiwan tahun ini, China Post secara resmi menerbitkan perangko peringatan khusus. Perangko tersebut menampilkan ilustrasi ikonik yang merepresentasikan keindahan alam serta warisan budaya, termasuk Tembok Besar, Pegunungan Alishan, dan Danau Sun Moon.
Penerbitan perangko khusus ini langsung menarik minat yang sangat besar dari para kolektor filateli. Banyak warga antusias memburu koleksi tersebut baik melalui gerai-gerai pos fisik di berbagai kota di daratan maupun lewat platform perdagangan daring.
Selain peluncuran perangko, sebuah simposium berskala besar juga diselenggarakan di Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian di bagian timur China. Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta penting, termasuk di antaranya para cendekiawan, tokoh masyarakat, serta keturunan dari tokoh-tokoh penting Taiwan masa lampau.
Dalam forum tersebut, para peserta berdiskusi secara mendalam mengenai arti penting sejarah pemulihan Taiwan bagi keutuhan bangsa. Mereka menegaskan bahwa kembalinya Taiwan pada tahun 1945 merupakan buah dari pengorbanan darah dan air mata seluruh rakyat Tiongkok lintas generasi.
Rangkaian acara peringatan ini juga diisi dengan pembacaan pernyataan bersama oleh para perwakilan yang hadir. Pernyataan tersebut dengan tegas menyerukan pentingnya menjaga ingatan kolektif sejarah, menentang segala bentuk kebangkitan militerisme Jepang, serta mempertahankan perdamaian.
Selain itu, forum dan acara di berbagai daerah turut menyuarakan tekad bersama untuk mendorong proses peremajaan dan kejayaan bangsa Tiongkok (rejuvenation of the Chinese nation). Semangat persatuan nasional terus digaungkan guna mempererat hubungan emosional dan kultural antara masyarakat di kedua sisi selat.
Pemerintah dan berbagai organisasi kemasyarakatan di Tiongkok menilai bahwa peringatan hari pemulihan ini memiliki relevansi politik dan sejarah yang sangat krusial. Acara ini berfungsi sebagai pengingat kuat bahwa kedaulatan atas wilayah Taiwan tidak boleh diganggu gugat oleh kekuatan luar manapun.
Secara keseluruhan, rangkaian peringatan Hari Pemulihan Taiwan ke-81 ini berjalan dengan khidmat dan sukses menarik perhatian luas publik. Melalui kegiatan kultural, penerbitan filateli, hingga forum akademik, Tiongkok terus memperkuat narasi sejarah terkait keutuhan teritorial dan ikatan tak terpisahkan di Selat Taiwan.



KOMENTAR ANDA