post image
Ilsutrasi aset Pertamina di luar negeri.
KOMENTAR

Di tengah serangan pasukan AS dan penangkapan Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores, awal bulan ini, aset Pertamina di Venezuela dikabarkan masih dalam keadaan aman. 

Perusahaan Prancis Maurel & Prom yang 71% sahamnya dimiliki PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) teelah manandatangani kontrak dengan perusahaan minyak Venezuela PDVSA. 

Berdasarkan kontrak itu M&P mendapatkan hak untuk mengeksploitasi dan mengekplorasi ceruk minyak Venezuela di Danau Maracaibo, negara bagian Zulia yang berada di timur negara itu. 

Dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2026, Manager Relations Pertamina Internasional EP (PIEP) Dhaneswari Retnowardhani memastikan hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset maupun operasional perusahaan di Venezuela.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Dhaneswari.

Menurut Dhaneswari, pihaknya terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap perkembangan situasi geopolitik dan keamanan di negara tersebut. Selain itu, koordinasi juga dilakukan secara berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian perusahaan.

“Serta menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional,” katanya.

Mengutip situs resmi PIEP, melalui kepemilikan tidak langsung di Maurel & Prom, Pertamina memiliki pengelolaan pada beberapa lapangan minyak di Venezuela.

Antara lain seperti di Petroregional (Urdaneta West) di mana perusahaan memegang 50% saham dengan tingkat produksi sekitar 40% (setara 32% secara neto bagi M&P).

Berikutnya yakni aset di Lagopetrol (Block 70/80), di mana M&P memiliki 10% kepemilikan melalui Integra, dengan produksi sekitar 26,35% (sekitar 2,635% secara neto bagi M&P).
 


Kelas Menengah Kecut, Tabungan Mencuat: Paradoks Dua Indonesia

Sebelumnya

GREAT Institute: Ketidakpastian Global Tak Menghalangi Laju Ekonomi Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi