post image
BelugaST dan BelugaXL
KOMENTAR

Ini tantangan yang sedang dihadapi Airbus. Perusahaan pembuat pesawat Eropa itu sedang mencari tempat peristirahatan terakhir yang memadai untuk pesawat kargo berbadan super besar BelugaST generasi pertama yang segera pensiun. 

Aero Time melaporkan, Airbus sedang mempertimbangkan penempatan di museum dan lembaga pendidikan, tetapi ukuran pesawat dan logistik yang terlibat dapat membatasi jumlah tempat yang layak.

BelugaST, yang secara resmi dikenal sebagai A300-600ST Super Transporter, mendukung produksi Airbus selama lebih dari dua dekade dengan mengangkut komponen pesawat berukuran besar antar lokasi manufaktur di seluruh Eropa. Dengan diperkenalkannya BelugaXL yang lebih besar dan lebih mumpuni, yang berbasis pada platform A330-200, pesawat BelugaST asli tidak lagi diperlukan untuk layanan aktif.

Laporan industri menunjukkan bahwa Airbus sedang berdiskusi dengan museum dan lembaga pendidikan potensial, terutama di Eropa, meskipun belum ada keputusan akhir atau donasi yang dikonfirmasi yang diumumkan. Perusahaan ini juga dipahami terbuka untuk penempatan di luar Eropa, termasuk kemungkinan lokasi di Amerika Serikat.

Tantangan praktisnya sangat besar. Badan pesawat BelugaST yang berukuran besar membutuhkan area pajangan yang luar biasa luas, dan pengangkutan atau perakitan kembali pesawat dapat menjadi rumit secara logistik kecuali jika museum tersebut terletak di samping lapangan terbang aktif. Kendala-kendala tersebut sangat mempersempit daftar institusi yang mampu mengakomodasi pesawat tersebut.

BelugaXL Menggantikan BelugaST

Hingga tahun 2024, armada BelugaST dioperasikan oleh Airbus Beluga Transport, yang menerbangkan misi kargo berukuran besar baik untuk mendukung produksi Airbus maupun secara komersial terbatas. Airbus mencoba memperluas peran pesawat tersebut dengan menawarkan layanan charter di pasar angkut berat global, tetapi upaya tersebut berumur pendek. Perusahaan tersebut menutup operasi komersial BelugaST pada awal tahun 2025, dengan alasan kompleksitas operasional dan permintaan yang tidak mencukupi.

Analis industri mencatat bahwa BelugaST menghadapi persaingan ketat dari pesawat angkut berat yang sudah mapan seperti Antonov An-124. Jangkauan pesawat Airbus yang terbatas, persyaratan pemuatan khusus, dan biaya operasional yang tinggi membuatnya sulit untuk bersaing secara efektif di luar jaringan logistik internal Airbus.

BelugaXL kemudian mengambil alih peran pesawat angkut berukuran besar Airbus, menawarkan kapasitas muatan yang lebih besar dan kinerja yang lebih baik. Pesawat yang lebih baru ini terus mendukung sistem produksi Airbus, termasuk pengangkutan bagian-bagian utama badan pesawat dan sayap antara lokasi perakitan di Eropa.

Meskipun telah dipensiunkan, BelugaST tetap menjadi salah satu pesawat misi khusus yang paling mudah dikenali yang pernah dibuat, dikenal karena badan pesawatnya yang "mengembung" dan kokpit berengsel yang memungkinkan pemuatan kargo melalui bagian depan. Pesawat ini telah menjadi ikon manufaktur kedirgantaraan modern dan favorit di kalangan penggemar penerbangan.

Keputusan Pensiun

Di antara lembaga yang dilaporkan sedang dipertimbangkan adalah Museum Udara dan Antariksa Pima di Tucson, Arizona, yang sudah memiliki salah satu koleksi pesawat bersejarah terbesar di dunia. Namun, keputusan penempatan akhir akan bergantung pada kelayakan logistik, pendanaan, dan pertimbangan tampilan jangka panjang.

Airbus membangun total lima pesawat BelugaST, yang semuanya menghabiskan karier mereka untuk mendukung jaringan transportasi internal pabrikan. Dengan selesainya transisi ke armada BelugaXL yang lebih baru, sebagian besar BelugaST asli telah ditarik dari layanan atau disimpan.

Laporan industri menunjukkan bahwa hingga empat dari lima pesawat tersebut pada akhirnya akan memerlukan solusi pensiun permanen, baik melalui pajangan museum, penggunaan pendidikan, atau penyimpanan jangka panjang, yang menggarisbawahi tantangan logistik dalam melestarikan pesawat sebesar ini.


Libur Nataru 2026 Garuda Indonesia Angkut 1,5 Juta Penumpang

Sebelumnya

Lebih dari 50 Penumpang Hilang, Qantas Terbang dengan Berat yang Keliru

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews