Orang Brooklyn tidak perlu restoran untuk bergoyang. Toh tidak mampu. Juga tidak cukup berani untuk tetap memainkan jazz. Maka lahirlah hip hop. Di gang-gang Brooklyn.
Zohran sendiri memimpikan kian banyak film, sinetron, dan video independen yang syutingnya di New York. Itu akan mengurangi ketergantungan New York dari perusahaan-perusahaan besar. Kian banyak pula pekerja untuk mendukung kerja kreatif itu.
Rafael sendiri lahir di Brooklyn tapi orang tuanya berasal dari Republik Dominica. Negara itu di Karibia. Di separo pulau di atas Venezuela –di sebelah Kuba.
Ia aktif di gerakan pembelaan apa saja yang jadi korban kapitalisme. Termasuk ikut gerakan membela burung.
Akibat banyaknya gedung tinggi berkaca di New York, ruang gerak burung kian terbatas. Burung tidak bisa mengurus sertifikat ruang di kolong langit. Akibatnya ruang itu lebih banyak dipakai bangunan tinggi. Burung pun tergusur. Yang masih nekat tinggal di udara New York banyak yang mati: menabrak kaca.
Dalam perjuangannya membela burung Rafael menyajikan data: 100 juta burung tewas akibat menabrak kaca. Itu karena burung tidak pernah kenal benda bernama kaca. Yang mereka kenal adalah ranting, daun, atau burung-burung lainnya.
Benda seperti kaca –karena bening– mereka kira udara kosong. Apalagi terlihat juga daun dan pohon di kaca itu. Bahkan ia juga melihat banyak burung lain beterbangan di kaca.
Burung juga tidak bisa membuat proposal: misalnya proposal pelatihan mengenal benda yang bernama kaca.
Tanpa burung selama ini pun New York sudah begitu hidup. Pun di malam hari. Akan seperti apa lagi di tangan Zohran Mamdani.
Yang menarik, semua pejabat baru yang dilantik Zohran adalah orang yang punya track record menonjol di bidangnya. Kok pintar sekali memilih orang.
Kenapa sih ia tidak mau memilih orang-orang seperti dan sejenisnya.


KOMENTAR ANDA