post image
Dr. Hendra Manurung
KOMENTAR

6. Diplomasi Ekonomi yang Cerdas

Indonesia harus memanfaatkan persaingan ekonomi AS-China untuk menarik investasi yang menguntungkan pembangunan nasional, tanpa terjebak dalam ketergantungan teknologi atau infrastruktur pada satu pihak. Kerja sama ekonomi dengan mitra non-tradisional seperti Uni Eropa, Timur Tengah, dan Afrika perlu ditingkatkan.

Kesimpulan

Era kedua kepemimpinan Donald Trump (2024-2028) diproyeksikan akan menjadi katalis bagi konsolidasi tatanan dunia multiblok yang tidak stabil dan kompetitif. Kebijakan luar negeri AS yang transaksional dan unilateral akan semakin merenggangkan hubungan dengan sekutu, memperdalam persaingan dengan China secara tidak terduga, dan melemahkan pilar-pilar tatanan internasional berbasis aturan. Implikasinya adalah peningkatan ketidakstabilan di hampir semua kawasan, dengan risiko eskalasi konflik dan perlombaan senjata. Dalam menghadapi gejolak ini, Indonesia tidak boleh menjadi penonton pasif atau objek perebutan pengaruh.

Dengan memanfaatkan posisi geostrategis, diplomasi yang terampil, dan kepemimpinan regional, Indonesia dapat dan harus memainkan peran strategis sebagai penjaga keseimbangan, pemersatu ASEAN, mediator konflik, dan advokat kuat untuk multilateralisme inklusif serta hukum internasional. Masa depan stabilitas kawasan sangat bergantung pada kemampuan negara-negara poros seperti Indonesia untuk menavigasi badai geopolitik dengan prinsip, ketangguhan, dan visi yang jelas.

Daftar Pustaka
Allison, G. (2020). The new spheres of influence: Sharing the globe with other great powers. Foreign Affairs, 99(2), 30-40.
Anwar, D. F. (2020). Indonesia and the ASEAN outlook on the Indo-Pacific. International Affairs, 96(1), 111-129.
Biscop, S. (2020). European strategy in the 21st century: New future for old power. Routledge.
Dueck, C. (2020). Age of iron: On conservative nationalism. Oxford University Press.
Haass, R. N. (2020). The world: A brief introduction. Penguin Press.
Laksamana, N. (2022). Indonesia’s middle power diplomacy under Jokowi: Between domestic constraints and international expectations. ISEAS Publishing.
Medeiros, E. S. (2020). The changing landscape of U.S.-China relations. RAND Corporation.
Patrick, S. (2020). The unruled world: The case for good enough global governance. Foreign Affairs, 99(1), 58-67.
Simes, D. (2020). The Putin-Trump nexus: A strategic opportunity for Russia. The National Interest, (165), 10-19.
Swaine, M. D. (2021). Sino-American relations: A new Cold War? Carnegie Endowment for International Peace.
Walt, S. M. (2018). The hell of good intentions: America’s foreign policy elite and the decline of U.S. primacy. Farrar, Straus, and Giroux.
Wicaksono, A. (2021). Ketahanan nasional di tengah persaingan strategis AS-China: Refleksi untuk Indonesia. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 11(2), 145-162.


Webinar GIF: AS Semakin Agresif dan Koersif, Incar Sumber Daya Alam Negara Lemah

Sebelumnya

Board of Peace dan Negative Peace

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global