PM Pakistan Shabbaaz Sharif menegaskan kesepakatan itu berlaku "everywhere including Lebanon". Iran menyebut serangan Israel ke Hezbollah di Lebanon melanggar gencatan senjata.
Sementara AS dan Israel mengakui bahwa Lebanon bukan bagian dari kesepakatan. Vance juga menyebut soal Lebanon ini sebagai “legitimate misunderstanding”.
Dari dinamika ini, dapat disimpulkan untuk sementara bahwa gencatan senjata dua minggu ini disambut lega banyak pihak sebagai rem darurat.
Tapi harus diakui bahwa pondasinya rapuh karena AS dan Iran bahkan belum sepakat soal apa yang disepakati.
Pembicaraan di Islamabad jadi ujian. Bila gagal, Vance sudah mengingatkan tim negosiasi AS “tidak akan reseptif”. Trump sendiri bilang satu-satunya alasan Iran “masih hidup adalah untuk bernegosiasi.”




KOMENTAR ANDA