Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
ADALAH ilmuwati matematika merangkap arkeolog asal Jerman, Maria Reiche yang pertama konsisten dan konsekuen memetakan kawasan Nazca.
Yang dilakukan Maria Reiche setara apa yang dilakukan Bingham terhadap Machu Picchu, Schliemann terhadap Troya atau Raffles terhadap Borobudur.
Berkat jasa Maris Reiche, ribuan fenomena arkeologis buatan manusia yang disebut sebagai Garis-Garis Nazca sejak tahun 30an abad XX menjadi obyek arkeologis paling menantang untuk dibongkar misteri yang menyelubunginya. Sekaligus menjadi obyek wisata arkeologis utama Peru masa kini.
Untuk sementara ini para arkeolog sudah sepakat untuk menganggap misteri ribuan hiroglif gigantis yang kemudian disebut sebagai Garis-Garis Nazca digores di permukaan dataran rendah Nazca sebagai kawasan dengan kadar curah hujan terendah di planet bumi ini.
Para arkeolog juga minimal untuk sementara ini sepakat bahwa Garis-Garis Nazca merupakan jalur jalan spiritual pencarian sumber utama kehidupan yaitu air.
Pada masa peradaban Nazca sekitar 100 sebelum Masehi sampai dengan 600 setelah Masehi, kawasan Nazca masih ideal berfungsi sebagai ruang kehidupan bagi peradaban agraria. Kemudian perubahan iklim memaksa Nazca berubah secara evolusioner menjadi gurun seperti Sahara atau Gobi. Di sana cerah hujan sangat rendah sehingga Garis-Garis Nazca dapat bertahan utuh sampai masa kini.
Sejak abad VI secara lambat namun pasti, pusat peradaban Peru pindah dari kawasan pesisir Pacifik ke kawasan pedalaman dan perbukitan di mana Machu Picchu kini berada didirikan oleh masyarakat Inks.
Punahnya peradaban Nazca digantikan peradaban Inka di Peru merupakah fenomena sejarah yang membuktikan secara tak terbantahkan bahwa perubahan iklim yang tidak dipercaya oleh Donald Trump memang potensial mengubah sejarah peradaban seperti juga telah terbukti terjadi di Mesopotamia, Mohenjo Daro, peradaban sungai Nil, sungai Amazon, Bengawan Solo, Angkor Wat maupun peradaban lembah Merapi dan Merbabu.
Secara kelirumologis, manusia perlu menelaah kekeliruan apa yang diperbuat oleh manusia sehingga memusnahkan sebuah peradaban semisal punahnya peradaban Mesir Kuno, runtuhnya peradaban Romawi, bubarnya Uni Soviet maupun terbelahnya Korea menjadi Korea Utara dan Korea Selatan, China menjadi Taiwan yang kapitalis dan RRChina yang semula komunis tetapi berevolusi menjadi super-kapitalis.
Maupun Irlandia dengan ibukota Dublin yang terpisah dari Irlandia Utara dengan ibukota Belfast. Segenap kekeliruan peradaban itu perlu dipelajari agar manusia tidak mengulang kekeliruan yang sama, Di sisi lain juga perlu ditelaah secara benaromologis tentang Vietnam dan Jerman yang semula terbelah kemudian terbukti mampu bersatupadu menjadi suatu kesatuan dan persatuan kembali.
Yang namanya peradaban memang bisa berubah menjadi lebih buruk, tetapi juga bisa berubah menjadi lebih baik.




KOMENTAR ANDA