Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
FRANZ Schubert menggubah melodi dan harmoni untuk sebuah lagu berjudul “An Die Musik” dengan syair karya Franz von Schober: Du holde Kunst, in wieviel grauen Stunden/ Wo mich des Lebens wilder Kreis umstrickt/ Hast du mein Herz zu warmer Lieb' entzunden/ Hast mich in eine beßre Welt entrückt/ In eine beßre Welt entrückt!/Oft hat ein Seufzer, deiner Harf’ entfloßen/ Ein süßer, heiliger Akkord von dir/ Den Himmel beßrer Zеiten mir erschloßen / Du holdе Kunst, ich danke dir dafür/ Du holde Kunst, ich danke dir!
Menurut KBBI makna leksikal musik adalah:
n 1 ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan;
2 nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu);
Makna ensiklopedikal apa yang disebut sebagai musik menurut Brittanica adalah: Art concerned with combining vocal or instrumental sounds for beauty of form or emotional expression, usually according to cultural standards of rhythm, melody, and, in most Western music, harmony. Music most often implies sounds with distinct pitches that are arranged into melodies and organized into patterns of rhythm and metre. The melody will usually be in a certain key or mode, and in Western music it will often suggest harmony that may be made explicit as accompanying chords or counterpoint. Music is an art that, in one guise or another, permeates every human society. It is used for such varied social purposes as ritual, worship, coordination of movement, communication, and entertainment.
Musikologi adalah ilmu yang menelaah musik dari berbagai aspek semisal sejarah, etnomusikologi, psikoakustik, filsafat, biografi para pemusik dan penggubah musik, fisika musik, matematika musik, industri musik, rekaman musik, sosiologi musik, biologi musik, astrobiologi musik, politik musik, kontrapung, homofoni musik, teologi musik, pertukangan alat musik, musikpedagogi dll, dsb, dst.
Pada hakikatnya fakta kronologis membuktikan bahwa musik terlebih dahulu eksis baru manusia berupaya mendefinisikan musik. Bukan definisi sudah ada dulu baru musik hadir.
Musik juga potensial dimanfaatkan untuk mencari nafkah, mulai dari komposer, pemusik, penggubah musik untuk ikustrasi film. pembuat alat musik, pendidik musik, peneliti, kritikus musik sampai ke terapis musik. Sementara kenyataan yang disebut musik terus menerus berkelanjutan berkembang sehingga definisi senantiasa tertatih-tatih tertinggal di belakang kenyataan.
Makin jauh menelaah musik, makin sadar bahwa sebenarnya saya tidak tahu apa, kenapa, bagaimana maupun kapan musik mulai hadir di tengah kemelut kebudayaan bahkan peradaban manusia.
Musik bukan tujuan tetapi alat untuk mencapai tujuan yang lebih mulia yaitu masyarakat adil dan makmur yang hidup bersama di dalam suasana gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. MERDEKA!




KOMENTAR ANDA