Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
RICHARD Gere merupakan seorang aktor Hollywood yang sangat terinspirasi oleh ajaran Buddhisme, terutama setelah berkunjung ke Dharmshala demi bertemu dengan Dalai Lama.
Ia bahkan mendirikan The Gere Foundation sebagai pendukung utama gerakan kemerdekaan Tibet yang telah berulang-kali mengkritik pemerintah China atas perlakuan mereka terhadap etnis Tibet. Pemerintah Republik Rakyat China sempat mempersonanongratakan Richard Gere.
Namun, berbeda dengan Siddharta Gautama yang sepenuhnhya meninggalkan kehidupan duniawi beserta keluarga untuk mencari pencerahan, Richard Gere tidak meninggalkan tanggung jawab duniawinya sebagai suami dan ayah. Ia memiliki seorang putra bernama Homer James Jigme Gere, yang lahir pada tahun 2000, dari pernikahannya dengan Carey Lowell.
Richard Gere sendiri telah mengakui bahwa ia sangat terinspirasi oleh ajaran Buddha dan telah mempraktikkan meditasi selama bertahun-tahun. Ia juga telah menyatakan bahwa ajaran Buddha telah membantu diri menemukan keseimbangan dalam hidup dan mengatasi distres alias stres lebay.
Memang benar bahwa dari sudut pandang ajaran Buddhisme, memiliki kemelekatan pada keluarga adalah bentuk ikatan yang dapat menghalangi seseorang mencapai pencerahan. Dalam ajaran Sang Buddha, kemelekatan (atau "upadana" dalam bahasa Pali) adalah salah satu dari empat "ikatan" yang harus diatasi untuk mencapai kebebasan dari siklus kelahiran dan kematian (samsara).
Dalam kasus Richard Gere, memang benar bahwa ia masih memiliki kemelekatan pada keluarganya, dan itu berarti ia masih terikat pada siklus samsara. Namun, perlu diingat bahwa ajaran Buddha juga menekankan pentingnya melakukan kebajikan dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Mungkin, Richard Gere telah menemukan jalan tengah yang memungkinkan dia untuk menjalani kehidupan spiritual sambil tetap memenuhi tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah. Tapi, hanya dia sendiri yang tahu apakah dia telah mencapai tingkat spiritual yang cukup untuk melepaskan diri dari kemelekatan dan mencapai pencerahan.
Jalan Tengah yang secara pribadi saya sendiri menyebutkannya sebagai Jalan Emas adalah konsep penting dalam ajaran Buddhisme, memang dapat membantu manusia menghindari ekstremisme dan fundamentalisme.
Dengan menemukan keseimbangan antara dua ekstrem, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih harmonis dan seimbang. Jalan Emas juga mengajarkan kita untuk tidak terlalu melekat pada sesuatu, termasuk pada pandangan dan keyakinan kita sendiri.
Dengan demikian, kita dapat lebih terbuka dan lentur dalam menghadapi perubahan dan tantangan hidup. Dengan tulus ikhlas, Richard Gere meninggalkan gemerlap puncak karier layar lebar seperti “Pretty Woman” bersama Julia Roberts atau “Shall We Dance” bersama Jennifer Lopez, demi menempuh perjalanan hidup sebagai manusia biasa.
Konsep Jalan Emas ini juga dapat diterapkan dalam banyak aspek kehidupan, seperti dalam menghadapi konflik, membuat keputusan, dan bahkan dalam menjalani kehidupan spiritual. Dengan menemukan keseimbangan, manusia dapat mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang lebih besar.
Saya bukan umat Buddhisme namun sadar bahwa terlalu banyak kekurangan pada diri sendiri maka sesuai DHARMA saya wajib senantiasa berusaha tetap rendah hati sambil teguh berpedoman pada kearifan JIHAD AL NAFS (Islam), JANGAN MENGHAKIMI (Nasrani) dan OJO DUMEH (Jawa) demi mencapai tujuan sejati hidup yaitu MANUNGGALING KAWULA GUSTI.




KOMENTAR ANDA