Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
JAUH sebelum mesin yang disebut sebagai robot mulai berpatroli di kawasan pabrik, Isaac Asimov di dalam karya fiksi ilmiah berjudul "I, Robot" membayangkan masa depan robot yang diatur oleh beberapa aturan buatan manusia. Yang utama dan bisa dibilang paling penting adalah mesin tidak boleh membahayakan manusia.
Aturan yang sebenarnya sederhana itu ternyata terabaikan pada tanggal 25 Januari 1979, saat Robert Nicholas Williams tewas di tempat kerja.
Lahir pada tahun 1953, Williams berdomisili di Dearborn Heights, Michigan. Pria berusia 25 tahun itu adalah seorang pemuda biasa dengan kehidupan biasa-biasa saja bersama istri dan tiga anaknya, ibunya, serta lima saudara perempuannya sampai dengan saat kematiannya membuat sejarah. Kematian Williams tercatat dalam lembaran kelam sejarah sebagai manusia pertama dibunuh oleh robot.
Robert Nicholas Williams bekerja di pabrik Ford Motor Company di Flat Rock, Michigan, sebagai operator sistem pengambilan suku cadang elektronik. Pabrik ini menggunakan robot untuk mengambil suku cadang dari sistem penyimpanan bertingkat dengan kepadatan tinggi. Ketika satu di antara sistem ini tampaknya tidak berfungsi, Williams naik ke unit rak lantai tiga untuk menyelidiki.
Di dalam gudang, kepalanya dihantam oleh lengan mekanis robot lini produksi seberat satu ton hingga Williams langsung tewas. Mesin yang terus bekerja seolah-olah tidak terjadi apa-apa memang tidak memiliki kemampuan untuk membedakan antara Williams dan benda-benda yang perlu dipindahkan.
Butuh 30 menit berlalu sebelum pekerja manusia lainnya mengetahui tragedi yang telah terjadi.
Dalam gugatan terhadap perusahaan Ford Motor Company, keluarga Williams diberi dana bela rasa duka sebesar $ 10 juta, putusan cedera pribadi terbesar dalam sejarah Michigan pada saat itu. Dewan Juri menyimpulkan bahwa langkah-langkah keamanan dasar tidak ada, termasuk alarm atau penghenti mesin otomatis. Ini bukan tindakan mens rea alias niat jahat terutama dengan teknologi robot tahun 1979.
Peristiwa nahas itu adalah suatu kecelakaan tragis, terjadi pada saat teknologi berkembang lebih cepat daripada pengamanan yang dirancang untuk melindungi manusia yang bekerja dengannya.
Lebih dari empat dasawarsa kemudian, nama Robert Nicholas Williams tetap melekat pada lembaran sejarah pertama yang suram sebagai pengingat tentang dampak yang diderita manusia dari teknologi dan ketiadaan tanggung jawab yang diperlukan ketika manusia dan mesin berbagi matra ruang dan waktu yang sama.
Maka apa yang kini disebut sebagai Artifical Intelligence hukumnya wajib seksama diprogram dan dilatih secara bertanggung-jawab penuh atas keselamatan manusia. Jangan sampai mesin yang dibuat oleh manusia demi menyejahterakan manusia malah kemudian menyelakakan apalagi membunuh manusia!




KOMENTAR ANDA