post image
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, saat berbicara di hadapan 1.500 Dansat TNI di Universitas Pertahanan RI, Bogor, Kamis, 30 April 2026./kemenhan.go.id
KOMENTAR

Sekitar 1.500 Komandan Satuan (Dansat) TNI dari seluruh Indonesia mendengarkan pengarahan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, di Universitas Pertahanan RI, Bogor, Kamis, 30 April 2026.

Pengarahan ini diberikan sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kepemimpinan dan soliditas di lingkungan TNI.

Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menyampaikan refleksi berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun di dunia militer. Menhan menilai kondisi TNI saat ini menunjukkan tingkat sinergi yang semakin baik, khususnya dalam hubungan antara pimpinan dan satuan di lapangan.

Menhan menegaskan bahwa soliditas tersebut merupakan modal utama dalam memperkuat pertahanan negara.

Lebih lanjut, Menhan menyampaikan bahwa kekuatan pertahanan memiliki peran strategis sebagai safety belt dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

Menhan juga menyoroti pentingnya membangun suasana kebatinan yang harmonis, dilandasi keikhlasan dan semangat pengabdian, agar seluruh prajurit dapat bekerja secara optimal demi kepentingan bangsa dan negara.

Terkait dinamika global, Menhan menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan pada konstitusi dan kepentingan nasional, dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Menhan juga mengajak seluruh Dansat untuk terus menjaga integritas, loyalitas, dan profesionalisme, serta mempersiapkan generasi penerus yang tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wamenhan, Panglima TNI, Wakil Panglima TNI, Para Kepala Staf Angkatan, Rektor Unhan RI, serta pejabat utama Kemhan dan TNI.


Ilusi Supremasi Militer di Tengah Disorientasi Global

Sebelumnya

Mengapa Wilayah Udara Bernilai Strategis: Dari Cujus Est Solum hingga Cyber War, Kaitanya dengan Air Battle over Kashmir dan Iran Versus Israel di Timur Tengah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer