post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Pertemuan 2+2 2025 juga membahas isu-isu regional seperti Laut China Selatan, Laut China Timur, Korea Utara, serta situasi di Timur Tengah dan Myanmar, menunjukkan progres kerjasama kedua negara yang telah melampaui kepentingan bilateral dan menginginkan stabilitas kawasan lebih luas.

Hubungan pertahanan Indonesia-Jepang menunjukkan bagaimana pola peningkatan kolaborasi pertahanan, khususnya akselerasi kerjasama maritim. Diharapkan, melalui dialog 2+2, program OSA, hibah kapal patroli, latihan bersama, dan transfer teknologi, kedua negara mampu membangun kemitraan strategis yang kokoh.

Pada dasarnya, kerjasama pertahanan kedua negara lebih lanjut tidak hanya memperkuat kapasitas pertahanan masing-masing, namun berkontribusi pada pencapaian stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang sesuai dengan visi Free and Open Indo-Pacific.

Disimpulkan, dengan prinsip Thousand Friends, Zero Enemy yang terus digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto, kemitraan bersama dengan Jepang kedepannya menjadi pilar penting diplomasi pertahanan Indonesia di tingkat regional maupun global.

Penulis: 

  1. Hendra Manurung, Dosen Tetap Prodi Magister Diplomasi Pertahanan, Fakultas Strategi Pertahanan, Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)
  2. Yuyu Yohana Risagarniwa, Pengamat Masalah Internasional

Hendardi: Pengadilan Militer Kasus Andrie Yunus Dirancang untuk Melanggengkan Impunitas

Sebelumnya

B-21 Raider: Era Baru “Pengebom Siluman” yang Lebih Canggih dan Mematikan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer