post image
Ilustrasi Adolf Hitler dalam film "Der Untergang" atau "Downfall" yang dirilis 2004.
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

NAZI Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler merupakan rezim pemerintahan paling durjana sepanjang sejarah peradaban manusia. Namun terlepas dari segenap kejahatan kemanusiaan yang biadab dilakukan Nazi Hitler, sebenarnya Nazi Jerman cukup berjasa mewariskan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peradaban umat manusia.

Para saintis Jerman zaman Nazi adalah yang pertama mencurigai adanya hubungan antara merokok dan kanker. Pemerintah Nazi Jerman menstigmasisasi rokok dengan resmi melarang merokok di depan umum. Kecuali para petinggi Nazi, mungkin.

Tanpa peran serta utama tim saintis dan teknolog di bawah pimpinan ilmuwan roket asal Nazi Jerman, Werner von Braun, mustahil Amerika Serikat mampu mendaratkan astronot mereka di permukaan rembulan seperti yang dikhayalkan oleh penulis scifi Jules Verne.

Pedoman Pernkopf Topografikal Anatomi Manusia sangat berguna untuk melatih para calon ahli bedah. Ditulis, disusun dan diberi ilustrasi oleh Nazi Jerman. Di masa kini obat Methadone yang ditemukan oleh Nazi digunakan untuk rehabilitasi para pengguna narkoba.

Nazi Jerman memiliki beberapa jasa terhadap sains dan teknologi, meskipun banyak dari mereka terkait tujuan perang dan ideologi Nazi yang kontroversial. Berikut beberapa contoh:

  1. Roket V-2: Nazi Jerman mengembangkan roket V-2, yang merupakan roket pertama yang dapat mencapai luar angkasa. Teknologi ini kemudian digunakan  dalam mewujudkan program antariksa Amerika Serikat dan Uni Soviet yang kini dikuti China dan India.
  2. Jet tempur: Nazi Jerman mengembangkan jet tempur pertama, Messerschmitt Me 262, yang dapat mencapai kecepatan hingga 870 km/jam.
  3. Radar: Nazi Jerman mengembangkan teknologi radar yang canggih, yang digunakan untuk mendeteksi pesawat musuh. Teknologi radar melahirkan teknologi dron.
  4. Teknologi nuklir: Nazi Jerman memiliki program nuklir yang ambisius, yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk program nuklir Amerika Serikat dan Uni Soviet.
  5. Teknologi kimia: Nazi Jerman mengembangkan teknologi kimia yang canggih, termasuk produksi gas beracun seperti Zyklon B.
  6. Teknologi penerbangan: Nazi Jerman mengembangkan teknologi penerbangan yang canggih, termasuk pesawat jet dan helikopter.
  7. Penelitian tentang bahan bakar: Nazi Jerman melakukan penelitian tentang bahan bakar alternatif, termasuk produksi bensin sintetis dari batu bara.

Nazi Jerman memiliki beberapa jasa terhadap pengembangan obat dan ilmu kedokteran, berikut beberapa contoh:

  1. Penelitian tentang antibiotik: Nazi Jerman melakukan penelitian tentang antibiotik, termasuk penemuan Prontosil, yang merupakan antibiotik pertama yang efektif melawan infeksi bakteri.
  2. Pengembangan vaksin: Nazi Jerman mengembangkan vaksin untuk beberapa penyakit, termasuk vaksin untuk difteri dan tetanus.
  3. Penelitian tentang kanker: Nazi Jerman melakukan penelitian tentang kanker, termasuk pengembangan terapi radiasi untuk mengobati kanker.
  4. Pengembangan anestesi: Nazi Jerman mengembangkan anestesi yang lebih efektif dan aman, termasuk penggunaan anestesi intravena.
  5. Penelitian tentang penyakit tropis: Nazi Jerman melakukan penelitian tentang penyakit tropis, termasuk malaria dan leishmaniasis.
  6. Pengembangan teknologi medis: Nazi Jerman mengembangkan teknologi medis yang canggih, termasuk mesin sinar-X dan peralatan bedah.

Namun, perlu diingat bahwa banyak dari penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan cara yang tidak etis, termasuk:

  1. Eksperimen pada manusia: Nazi Jerman melakukan eksperimen pada manusia, termasuk eksperimen pada tahanan kamp konsentrasi, yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun Nazi berdalih bahwa di Jerman eksperimen dengan hewan secara konstitusional dilarang.
  2. Eugenika: Nazi Jerman memiliki program eugenika yang kontroversial, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ras Arya dengan cara sterilisasi dan pembunuhan orang-orang yang dianggap tidak layak.
  3. Penggunaan obat-obatan untuk tujuan tidak etis: Nazi Jerman menggunakan obat-obatan untuk tujuan tidak etis, termasuk penggunaan obat-obatan untuk membunuh para tahanan kamp konsentrasi.

Maka secara alasanomologis plus kelirumologis, apapun alasannya pelanggaran hak asasi manusia yang secara parah dilakukan oleh Nazi Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler tidak bisa dan tidak boleh dibenarkan.

Bagi saya sebagai pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan, petilasan kamp-kamp konsentrasi dan museum holocaust merupakan monumen yang menyadarkan umat manusia bahwa angkara murka kedurjanaan Nazi Jerman yang telah tergores pada lembaran sejarah dengan tinta keringat, air mata dan darah, tidak boleh terjadi lagi di planet bumi.

Ironis, dahulu Nazi Hitler ganas membantai jutaan Yahudi namun kini Israel sedang sibuk membumi-hanguskan serta membantai warga Palestina dan Iran.


Yerba Mate, Jamu Guarani

Sebelumnya

Filsafat Dapur

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana