Sehari sebelum meninggal James minta es krim. Lia membawanya ke depot es krim tidak jauh dari rumah. James dinaikkan kursi roda. Lia yang mendorong. Udara Mei masih sangat sejuk.
James memang sangat suka es krim. Utamanya jenis rum raisin dan cokelat. Lia memesannya satu gelas. Dimakan berdua. Itu agar James tidak terlalu banyak makan es krim.
Besok paginya Lia masih memasakkan sarapan untuk James: jevity with egg whites –jevity ditambah putih telur.
Jevity adalah makanan bagi orang yang sakit berat dan sudah sulit makan. Makanan itu produk pabrik makanan bergizi dengan kandungan lengkap: kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat.
Lia lantas menyuapi James dengan sabar –satu suapan diselingi satu jenis obat. Sangat pelan dan lama. Belum lagi selesai sarapan Lia harus ke kamar mandi. Kembali dari kamar mandi Lia akan menyuapi James lagi. Tapi Lia melihat James menarik satu napas panjang...lalu lemas. Lia menjerit dan memanggil stafnya yang ada di rumah itu. James meninggal dunia. New York, 7 Mei 2026, pukul 11.28.
Dua staf Lia ada di rumah itu saat James meninggal. Lia adalah pengacara imigrasi di New York. Saya pernah ke kantornya yang strategis. Juga pernah diajak ke pengadilan imigrasi di New York.
Hari itu juga jenazah James disemayamkan di rumah duka tidak jauh dari rumahnya. Di situ akan dilaksanakan doa dari berbagai agama: Katolik, Protestan, Islam, dan Buddha. James dikenal dekat dengan kelompok berbagai agama di New York.
Para pelayat diminta untuk tidak mengenakan pakaian hitam atau putih –yang biasa untuk melambangkan duka. Pelayat diminta untuk berpakaian warna merah, biru, ungu, oranye atau yang mengandung unsur warna itu. Pokoknya tidak hitam putih.
James akan dimakamkan di St. John Cemetery –sekitar 20 menit dari rumah mereka. Ini adalah pemakaman yang istimewa. Dibuat tahun 1932. Banyak tokoh terkemuka dimakamkan di situ: Mario Cuomo dan beberapa wali kota New York.
Sebenarnya masih ada satu acara yang ingin kami lakukan bersama James dan Lia: Camino. Yakni perjalanan suci ke Katedral St. James di Santiago di Spanyol barat laut. Mestinya kami lakukan dua tahun lalu. Tertunda. Kini tidak mungkin lagi.
James Freddy Sundah sudah tiada. Tapi Lilin Lilin Kecil akan terus menyala.




KOMENTAR ANDA