post image
Peserta Magang Komunikasi Pembangunan yang diselenggaran Nexus Digital Strategy di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 3 Juni 2026.
KOMENTAR

Era digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Media sosial yang semula sekadar ruang berbagi aktivitas kini berkembang menjadi saluran komunikasi yang mampu memengaruhi opini publik, membentuk persepsi, hingga menyebarkan berbagai gagasan pembangunan.

Perubahan tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengambil peran yang lebih strategis. Mereka tidak lagi hanya menjadi konsumen informasi, melainkan juga produsen konten yang dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Gagasan itu mengemuka saat Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, hadir sebagai narasumber dalam Workshop Magang Komunikasi Pembangunan yang diselenggarakan Nexus Digital Strategy di Kedai Singgumuk, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/6).

Dikutip dari Lingkar.News, Teguh mengatakan generasi muda yang aktif di ruang digital, khususnya para konten kreator, memiliki peran strategis sebagai penghubung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui konten yang edukatif dan berkualitas, kata dia, berbagai kebijakan pembangunan dapat lebih mudah dipahami masyarakat sekaligus memperoleh dukungan publik.

Kegiatan bertema “Suara Muda, Pembangunan Berkelanjutan” itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pemuda dan mahasiswa yang aktif sebagai konten kreator.

Dalam pemaparannya, Teguh menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai dinamika geopolitik dunia. Sebaliknya, Indonesia harus mengambil peran aktif dalam berbagai isu internasional guna memperkuat posisi bangsa, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Di tengah situasi baru ini, Indonesia harus mengambil peran yang lebih besar. Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk membantu mengkomunikasikan berbagai kebijakan pembangunan kepada masyarakat melalui media digital yang mereka kuasai,” ujarnya.

Meski demikian, Teguh mengingatkan agar para konten kreator tidak hanya berorientasi pada jumlah penonton, popularitas, atau viralitas semata. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas konten, etika, serta memperhatikan dampak jangka panjang dari materi yang diproduksi.

“Jangan hanya mengejar views dan viral. Konten yang baik adalah konten yang mampu memberikan manfaat, membangun pemahaman, dan meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai isu penting,” katanya.

Sebagai wartawan senior, Teguh juga menanggapi perkembangan dunia konten digital yang kerap dipandang dapat menggeser peran media massa. Ia berpendapat bahwa media pers dan konten kreator justru akan tumbuh berdampingan dan saling melengkapi.

Menurutnya, keduanya memiliki karakteristik serta produk yang berbeda sehingga tetap mempunyai ruang dan fungsi masing-masing di tengah masyarakat.

Selain itu, Teguh juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi media arus utama. Ia menilai perlu adanya pembenahan dalam penguatan ekosistem pers, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan media, hingga kemampuan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Sementara itu, Asisten Koordinator Daerah Nexus Semarang Raya Muhammad Iqbal mengatakan pelatihan konten kreator tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam menghadapi dunia kerja di masa mendatang.

“Jadi follow up ke dunia kerja lebih luas, entah itu secara mandiri ataupun ikut bergabung dengan agency karena hampir semua aspek sekarang membutuhkan tim-tim konten kreator yang paham akan digital marketing atau memasarkan sesuatu,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, para konten kreator di daerah pada umumnya tidak menghadapi kendala berarti dalam mengembangkan kemampuan mereka. Selain mengikuti pelatihan, mereka juga aktif belajar secara mandiri melalui berbagai platform media sosial.

Menurutnya, semangat belajar yang tinggi menjadi modal penting bagi para kreator muda untuk terus berkembang di era digital.

Salah satu peserta Workshop Magang Komunikasi Pembangunan, Hafid Aflakha, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mengetahui cara menjadi konten kreator yang lebih luwes saat tampil di depan kamera.

“Saya ingin belajar sekaligus juga melatih kepercayaan diri saya tampil di depan kamera,” ucapnya.


Tegas Membantah, RMPG Keberatan Dicatut @BBCIndonesia dalam Berita tentang MBG

Sebelumnya

KPK Mengejar Wamen Imigrasi & PAS Silmy Karim!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional