Rangkaian upacara pemakaman mendiang Senator Lindsey Graham di Washington National Cathedral secara resmi telah berakhir. Prosesi penuh khidmat tersebut ditutup dengan alunan lagu pujian Amazing Grace yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh paduan suara dan seluruh pelayat yang hadir.
Suasana haru semakin terasa ketika para pembawa peti jenazah mulai mengusung peti Graham keluar dari ruang utama gereja. Langkah mereka diiringi oleh karya musik klasik komposer Aaron Copland yang berjudul Fanfare for the Common Man.
Pemilihan lagu pengiring tersebut diyakini bukan sebuah kebetulan semata. Koresponden North America, Anthony Zurcher, mencatat bahwa alunan Fanfare for the Common Man tampaknya disengaja untuk mengenang latar belakang kehidupan Graham yang dikenal sangat sederhana sebelum menapaki puncak karier politiknya.
Setelah prosesi di ibu kota selesai, peti jenazah Senator Graham dijadwalkan akan langsung dibawa ke negara bagian asalnya, South Carolina. Di sana, pihak keluarga dan masyarakat setempat telah menyiapkan serangkaian upacara penghormatan lanjutan sebelum jenazah akhirnya dimakamkan.
Sejumlah tokoh penting dunia tampak menghadiri penghormatan terakhir ini, mulai dari Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Seusai kebaktian, para pemimpin negara tersebut terlihat mulai meninggalkan area Washington National Cathedral.
Meninggalnya Lindsey Graham pada 11 Juli 2026 lalu menjadi pukulan telak bagi Ukraina dan Israel, mengingat sang senator selama ini dikenal sebagai salah satu advokot paling vokal dan kuat dalam membela kepentingan kedua negara tersebut di Washington. Kehilangan sosok pelindung di parlemen membuat kehadiran langsung kedua pemimpin negara di Washington menjadi sangat krusial.
Momentum pemakaman ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Presiden Zelensky dan PM Netanyahu untuk menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Trump. Presiden Zelensky mengungkapkan bahwa pertemuannya berjalan sangat baik, di mana mereka membahas izin lisensi produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina guna memperkuat pertahanan udara dari serangan Rusia, serta rencana pembukaan kembali negosiasi perdamaian.
Pertemuan tersebut mengindikasikan bahwa hubungan antara Trump dan Zelensky telah membaik secara signifikan. Hubungan kedua tokoh ini sempat memanas dan diwarnai ketegangan hebat saat melakukan pertemuan di Gedung Putih pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, PM Benjamin Netanyahu juga melaporkan hasil dialog yang sangat positif dengan Trump. Netanyahu bahkan menyebut diskusi tersebut sebagai salah satu percakapan terbaik yang pernah ia lakukan bersama Presiden AS itu, dengan fokus utama pada tujuan bersama untuk memastikan Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir.
Meskipun layanan peringatan ini ditujukan untuk mengenang perjalanan hidup Senator Lindsey Graham, dinamika yang terjadi sepanjang acara membuktikan bahwa panggung politik AS masih berporos kuat pada sosok Donald Trump.
Ketika Presiden Trump menyelesaikan pidato euloginya, gemuruh tepuk tangan membahana dari para pelayat yang terdiri dari jajaran staf Gedung Putih, menteri kabinet, anggota legislatif, hingga pejabat tinggi asing.



KOMENTAR ANDA