post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Maskapai penerbangan Delta Air Lines baru-baru ini menghadapi situasi darurat berturut-turut setelah dua penerbangan terpisah melaporkan adanya masalah bau atau asap di dalam kabin. Dua kejadian yang berlangsung dalam rentang waktu sekitar 48 jam ini memaksa awak kabin untuk mengambil tindakan cepat demi keamanan. Meskipun tidak saling berkaitan, rangkaian insiden ini menarik perhatian karena terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan.

Insiden pertama melibatkan Penerbangan Delta 1035 yang menggunakan pesawat Airbus A220 pada hari Senin. Pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Jacksonville (JAX) menuju Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York. Di tengah perjalanan, kru penerbangan mendeteksi adanya bau atau asap yang tidak biasa di dalam kabin pesawat.

Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan penerbangan ke tujuan akhir mereka di New York. Pesawat akhirnya diarahkan untuk melakukan pendaratan darurat atau pengalihan rute (diversion) ke Bandara Internasional Raleigh-Durham (RDU). Pendaratan tersebut berjalan lancar dan seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman tanpa ada laporan cedera.

Belum genap dua hari berselang, insiden serupa kembali terulang menimpa armada maskapai bermargin besar tersebut. Pada hari Selasa, Penerbangan Delta 1390 yang melayani rute dari Bandara LaGuardia (LGA) New York menuju Bandara Internasional Chicago O'Hare (ORD) menghadapi situasi darurat di udara.

Saat mendekati bandara tujuan di Chicago, awak kokpit mendeteksi adanya gas atau asap asing di area kabin. Situasi ini mendorong kru penerbangan untuk segera mendeklarasikan status darurat kepada petugas pengatur lalu lintas udara. Deklarasi darurat tersebut diperlukan agar pesawat mendapatkan prioritas penanganan dan pendaratan kilat demi keselamatan.

Pesawat yang membawa sekitar 130 orang di dalamnya itu akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Chicago O'Hare. Seluruh penumpang beserta awak kabin dilaporkan dapat turun dari pesawat secara normal melalui pintu gerbang (gate) tanpa hambatan berarti.

Menanggapi rentetan kejadian ini, pihak Delta Air Lines langsung mengambil langkah tegas dengan menarik armada yang terlibat dari operasional. Pesawat yang melayani penerbangan LGA-ORD tersebut segera dikirim ke tim pemeliharaan (maintenance) untuk menjalani evaluasi menyeluruh.

Dalam keterangan resminya kepada Simple Flying, pihak Delta menyatakan bahwa kemunculan asap, gas, atau bau aneh di dalam kabin adalah peristiwa yang tergolong langka. Kendati demikian, maskapai menegaskan bahwa pihaknya selalu memperlakukan setiap laporan potensi keselamatan secara serius melalui sistem manajemen keselamatan (safety management system) yang ketat.

Secara teknis, bau atau asap di dalam kabin pesawat dapat berasal dari berbagai sumber mekanis yang berbeda. Beberapa penyebab umum yang kerap diidentifikasi dalam dunia penerbangan meliputi kegagalan segel oli mesin (engine oil-seal failures) atau masalah pada bantalan kipas resirkulasi (recirculation-fan bearing) yang memungkinkan aroma mekanis masuk ke area penumpang.

Pihak berwenang seperti Federal Aviation Administration (FAA) mewajibkan maskapai untuk melaporkan setiap insiden yang melibatkan uap, asap, atau bau menyengat. Melalui langkah investigasi dan evaluasi mendalam pada pesawat yang terdampak, Delta berharap dapat segera menemukan akar permasalahan guna memastikan standar keselamatan transportasi udara tetap menjadi prioritas utama.


Air Canada Hentikan Penerbangan ke 24 Bandara di AS

Sebelumnya

Pesawat Kargo Ilyushin II-76TD Milik Rusia Parkir di Palembang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews