post image
KOMENTAR

Merencanakan perjalanan ke luar negeri untuk pertama kalinya kerap menghadirkan berbagai pertanyaan bagi para pelancong, mulai dari persoalan visa, akomodasi, hingga ketersediaan makanan halal. Kendati demikian, wisatawan asal Indonesia kini tidak perlu khawatir jika ingin berlibur ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Dengan penerbangan langsung yang tersedia setiap hari, integrasi transportasi publik yang canggih, serta keramahan kota bagi wisatawan Muslim, menjelajahi kota megapolitan ini terbukti jauh lebih praktis dan ramah bagi pemula.

Bagi pemegang paspor Indonesia, langkah awal liburan dapat dimulai dengan pengajuan visa turis secara daring melalui portal resmi General Directorate of Residency and Foreigners Affairs (GDRFA). Syarat yang dibutuhkan pun cukup mudah, yakni paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan, pasfoto berwarna terbaru, dan tiket pesawat yang telah terkonfirmasi. Biaya visa turis sekali masuk dipatok AED 252 (sekitar Rp1,21 juta) untuk durasi 30 hari dan AED 352 (sekitar Rp1,7 juta) untuk durasi 60 hari, dengan estimasi proses terbit sekitar 48 jam.

Kenyamanan perjalanan semakin didukung oleh aksesibilitas udara melalui maskapai Emirates yang melayani rute langsung harian dari Jakarta dan Bali menuju Dubai. Bandara Internasional Dubai (DXB) sendiri merupakan simpul transit internasional utama yang terhubung ke lebih dari 150 destinasi global, sehingga memudahkan pelancong yang ingin menjadikannya tujuan akhir maupun tempat singgah sebelum terbang ke kawasan lain.

Setibanya di kota, wisatawan tidak perlu repot menyewa kendaraan pribadi karena jaringan transportasi publik Dubai dirancang sangat modern dan saling terhubung. Cukup dengan menggunakan satu kartu serbaguna, yakni Nol Card, wisatawan dapat menaiki Dubai Metro, trem, bus kota, hingga transportasi air seperti feri. Jika hendak menuju destinasi di luar jangkauan rute umum, taksi konvensional serta aplikasi transportasi daring seperti Uber dan Careem beroperasi selama 24 jam di berbagai penjuru kota.

Bagi yang berniat mengunjungi gugusan pulau buatan Palm Jumeirah, wisatawan kini bisa menikmati kembali rute Palm Monorail sepanjang 5,5 kilometer yang baru saja rampung dari masa pemeliharaan enam bulan. Jalur monorel ini menghubungkan stasiun Palm Gateway ke objek wisata ternama seperti Nakheel Mall dan Atlantis Aquaventure, sekaligus menyuguhkan pemandangan cakrawala kota Dubai dan panorama Teluk Arab yang memanjakan mata di sepanjang perjalanan.

Urusan kuliner pun tidak kalah memanjakan, mengingat Dubai merupakan destinasi ramah Muslim dengan ragam pilihan makanan halal berskala internasional. Apabila rindu masakan Nusantara, kota ini menyediakan lebih dari 30 gerai kuliner Indonesia, mulai dari rumah makan legendaris Dapoer Kita yang menyajikan rendang serta ayam penyet bercita rasa rumahan, hingga sajian kontemporer nan elegan di Andaliman Restaurant.

Kendati demikian, mencicipi kuliner autentik lokal tetap menjadi agenda yang pantang dilewatkan. Wisatawan dianjurkan menikmati sajian khas Emirat seperti hidangan nasi berempah machboos, kudapan manis luqaimat, serta menyeruput gahwa (kopi Arab tradisional). Dalam tradisi turun-temurun masyarakat setempat, penyajian secangkir gahwa merupakan simbol kehangatan dan penghormatan dalam menyambut para tamu yang datang.

Terkait pemilihan akomodasi, pelancong dapat menyesuaikannya dengan gaya perjalanan serta preferensi lokasi. Wisatawan yang mengutamakan kepraktisan dan ingin dekat dengan atraksi utama disarankan memilih area Downtown Dubai yang berada dekat dengan Burj Khalifa, Dubai Mall, dan Dubai Fountain. Sementara bagi mereka yang mendambakan suasana liburan santai di pesisir, resor dan hotel butik di sepanjang pesisir Jumeirah atau Kite Beach menjadi opsi paling ideal.

Di sisi lain, bagi wisatawan yang ingin menyelami nilai historis dan budaya kota, kawasan Old Dubai—khususnya distrik Deira dan Bur Dubai—wajib masuk dalam daftar kunjungan. Di area ini, pengunjung dapat menyusuri gang-gang Al Fahidi Historical Neighbourhood, berbelanja perhiasan dan rempah di pasar tradisional Gold Souk dan Spice Souk, hingga mengarungi Dubai Creek menggunakan perahu kayu tradisional abra dengan tarif terjangkau sebesar AED 1 (sekitar Rp4.800).

Secara keseluruhan, kunci liburan yang berkesan di Dubai bertumpu pada perencanaan yang cerdas, mulai dari memanfaatkan transportasi umum, memesan tiket atraksi lebih awal, hingga bertransaksi secara nontunai. Tidak kalah penting, pelancong diimbau untuk selalu berpakaian santun saat mengunjungi masjid maupun cagar budaya, menjaga etika setempat, serta memanfaatkan fasilitas ibadah yang tersedia luas di ruang publik demi pengalaman liburan yang nyaman, aman, dan berkesan.


Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang

Sebelumnya

AS Perketat Aturan Visa, Deposit Hingga Rp 360 Juta untuk 50 Negara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Destinasi