Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
TATKALA saya berkunjung ke Mumbai kebetulan kota perdagangan itu sedang hiruk-pikuk dan macet total akibat masyarakat Mumbai dan para turis memadati segenap jalan raya Mumbai untuk rame-rame merayakan Festival Ganesha.
Peristiwa akbar dalam bentuk Festival Ganesha di Mumbai, juga dikenal sebagai Ganesh Chaturthi, merayakan kedatangan Ganesha ke bumi. Ganesha adalah dewa pengetahuan, kecerdasan, dan kebijaksanaan, yang digambarkan dengan kepala gajah dan tubuh manusia.
Sejarah Ganesha di India dapat ditelusuri kembali ke abad ke-4 Masehi, ketika ia pertama kali muncul sebagai dewa yang dikenal. Namun, festival Ganesha Chaturthi seperti yang kita kenal sekarang ini dipopulerkan baru pada abad ke-19 oleh Lokmanya Tilak, seorang pejuang kemerdekaan India, sebagai cara menyatukan rakyat India melawan kolonialisme Inggris.
Di Mumbai, Festival Ganesha dirayakan dengan sangat meriah, dengan prosesi besar-besaran, musik, dan tarian melewati segenap jalan protokol setempat. Arca Ganesha yang dibentuk dengan kertas dan bambu, indah dipasang di rumah-rumah dan di depan umum, dan kemudian direndam demi ditenggelamkan ke dalam laut atau sungai pada hari kesepuluh.
Arca Ganesha adalah representasi fisik dari dewa Ganesha, yang merupakan satu di antara dewa paling populer dalam agama Hindu. Arca Ganesha biasanya digambarkan dengan kepala gajah dan tubuh manusia, dengan beberapa aksesori yang memiliki makna simbolis.
- Beberapa aksesori yang umum ditampilkan pada Arca Ganesha, antara lain adalah:
- Gajah: Kepala gajah melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kesabaran.
- Tanduk: Tanduk gajah melambangkan kekuatan dan kemampuan untuk mengatasi rintangan.
- Mata ketiga: Mata ketiga di dahi Ganesha melambangkan kemampuan untuk melihat kebenaran dan kebijaksanaan.
- Kelingking: Kelingking Ganesha melambangkan kemampuan untuk menulis dan menciptakan.
- Bunga lotus: Bunga lotus melambangkan kesucian dan kebangkitan spiritual.
- Uang: Uang yang dipegang Ganesha melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.
- Tongkat: Tongkat yang dipegang Ganesha melambangkan kekuatan dan kemampuan untuk mengatasi rintangan.
- Kantong: Kantong yang dipegang Ganesha melambangkan kemampuan untuk menyimpan dan mengelola kekayaan.
- Ular: Ular yang melilit tubuh Ganesha melam bangkan kemampuan untuk mengatasi ketakutan dan kebodohan.
- Tikus adalah aksesori yang paling umum ditampilkan pada arca Ganesha. Tikus merupakan kendaraan Ganesha dan melambangkan kemampuan untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan. Tikus juga melambangkan kesuburan dan kemakmuran.
Dalam mitologi Hindu, tikus dimuliakan sebagai kendaraan Ganesha karena kemampuannya untuk bergerak dengan cepat dan lincah, serta kemampuannya untuk menemukan jalan keluar dari kesulitan.
Oleh karena itu, tikus dianggap sebagai simbol kebijaksanaan dan kemampuan untuk mengatasi rintangan. Pada arca Ganesha, tikus biasanya digambarkan sebagai hewan kecil yang duduk di kaki Ganesha atau di dekatnya.
Tikus juga dapat digambarkan sebagai hewan yang sedang memakan makanan atau sedang berlari, yang melambangkan kemampuan Ganesha untuk mengatasi kesulitan dan mencapai tujuan. Tak heran bahwa di India terdapat kuil yang khusus memuja tikus di mana manusia memberi makan kepada tikus yang bebas berkeliaran di dalam maupun di pelataran kuil tersebut.
Di Indonesia, Lambang ITB berbentuk stilasi (penggambaran disederhanakan) dari kepala Ganesha, digambarkan membawa mangkuk berisi ilmu pengetahuan, melambangkan bahwa ilmu tidak pernah habis dan manusia harus terus belajar. Universitas STEKOM Semarang, juga menggunakan Ganesha sebagai lambang kebijaksanaan dan pengetahuan.
Ganesha adalah putra dari Shiva dan Parvati, dua dewa utama dalam agama Hindu. Menurut mitologi Hindu, Ganesha lahir dari Parvati, yang menciptakan Ganesha dari lumpur dan memberinya kehidupan.
Shiva, ayah Ganesha, tidak selalu menerima Ganesha sebagai putranya. Dalam satu versi mitologi, Shiva tidak hadir ketika Ganesha lahir dan tidak mengetahui keberadaan Ganesha.
Ketika Shiva kembali, Ganesha tidak membiarkan Shiva masuk ke dalam kamar Parvati, yang menyebabkan Shiva geram dan memotong kepala Ganesha. Parvati sangat marah dan meminta Shiva untuk mengembalikan kepala Ganesha.
Shiva panik, kemudian memerintahkan para dewa untuk mencari kepala yang dapat digunakan untuk menggantikan kepala Ganesha. Mereka menemukan kepala gajah dan Shiva memasangnya ke tubuh Ganesha, sehingga Ganesha memiliki kepala gajah.
Jadi, Ganesha adalah putra Shiva dan Parvati, dan memiliki kesaktian luar biasa mandraguna sebagai seorang tokoh dewa.



KOMENTAR ANDA