post image
Keluarga Lena Anthony/People
KOMENTAR

Pengalaman mengejutkan dialami oleh sebuah keluarga asal Amerika Serikat saat hendak melakukan penerbangan pulang bersama maskapai American Airlines. Keluarga tersebut ditagih biaya tiket mendadak sebesar lebih dari 800 dolar AS (sekitar Rp13 juta) untuk balita perempuan mereka yang berusia dua tahun, meski pada penerbangan keberangkatan anak tersebut diizinkan terbang secara gratis di pangkuan orang tuanya.

Insiden tersebut dialami oleh Lena Anthony, seorang influencer dan aktris yang bepergian ke Pennsylvania bersama suami serta empat anaknya yang masing-masing berusia enam tahun, empat tahun, dua tahun, dan enam bulan. Perjalanan liburan mereka dimulai pada 30 Juni saat berangkat dari Bandara Internasional Los Angeles (LAX) menuju Bandara Internasional Philadelphia (PHL).

Pada penerbangan awal dari Los Angeles, pihak keluarga telah menunjukkan akta kelahiran anak-anak mereka di meja check-in. Kendati regulasi keselamatan penerbangan mewajibkan anak di atas 24 bulan memiliki kursi sendiri, petugas maskapai saat itu tetap meloloskan balita berusia dua tahun bernama Triumph tersebut untuk duduk di pangkuan orang tuanya (lap child) tanpa masalah.

Masalah besar baru muncul dua pekan kemudian ketika keluarga Anthony bersiap kembali ke California melalui Bandara Internasional Philadelphia. Petugas di bandara tersebut dengan tegas menolak sistem reservasi mereka dan mewajibkan keluarga tersebut membeli kursi tambahan secara terpisah untuk putri balitanya.

Situasi tersebut memicu kebingungan mendalam bagi orang tua korban, mengingat izin serupa telah diberikan saat mereka terbang dari Los Angeles. Bahkan, ketika sang ibu mencoba menunjukkan bukti foto dan dokumen perjalanan berangkat, staf supervisi American Airlines bersikeras bahwa izin semacam itu tidak sah dan tidak semestinya diberikan sejak awal.

Perdebatan alot di depan konter check-in berlangsung selama lebih dari 30 menit hingga membuat anak-anak mereka kelelahan dan menangis histeris di lantai bandara. Di tengah kepanikan tersebut, petugas maskapai dikabarkan memberikan ultimatum tegas: segera membeli tiket tambahan untuk sang balita di tempat, membatalkan penerbangan pulang, atau terbang tanpa membawa sang anak.

Merasa terdesak dan tidak memiliki pilihan lain demi bisa pulang ke rumah, keluarga tersebut akhirnya terpaksa mengeluarkan biaya ekstra sebesar 871 dolar AS untuk satu tiket sekali jalan. Namun, drama belum berakhir karena sistem reservasi otomatis justru menempatkan kursi balita berusia dua tahun tersebut di baris paling belakang pesawat, terpisah jauh dari orang tuanya, hingga mereka harus meminta tolong kepada penumpang lain untuk bertukar kursi.

Berdasarkan aturan Administrasi Penerbangan Federal AS (Federal Aviation Administration/FAA) serta standar keselamatan industri penerbangan global, seluruh penumpang berusia dua tahun ke atas diwajibkan duduk di kursi terpisah dengan sabuk pengaman terpasang. FAA menegaskan bahwa membiarkan anak di atas usia dua tahun di pangkuan sangat berisiko saat terjadi turbulensi parah, pengereman mendadak, serta berdampak pada perhitungan distribusi bobot pesawat.

Meski regulasi keselamatan tersebut sah, inkonsistensi penegakan aturan oleh staf darat American Airlines pada penerbangan keberangkatan dinilai menjadi akar penyebab kebingungan dan beban finansial tak terduga yang dialami keluarga penumpang.

Merasa dirugikan dan mengalami tekanan emosional, keluarga Anthony telah mengajukan keluhan resmi kepada maskapai penerbangan yang berbasis di Fort Worth, Texas tersebut. Melalui video yang diunggah ke media sosial, Lena Anthony mengungkapkan kekecewaannya karena belum menerima tanggapan maupun penjelasan resmi dari pihak American Airlines setelah lebih dari sepekan aduan diajukan.

 


Boeing Perbaiki Ratusan Retakan Mikrokospis pada Air Force One

Sebelumnya

Insiden Nyaris Senggolan Pesawat Qantas di Sydney Picu Penyelidikan ATSB: Kasus Keempat dalam Sebulan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews