Penerbangan maskapai United Airlines rute internasional dari Edinburgh, Skotlandia, menuju Chicago, Amerika Serikat, mengalami serangkaian kendala berat yang berujung pada penelantaran penumpang di area landasan pacu (tarmac) selama sekitar lima jam di Bandara Internasional Austin Straubel, Green Bay, Wisconsin.
Peristiwa ini bermula ketika penerbangan bernomor UA119 yang menggunakan armada Boeing 757-200 terpaksa dialihkan dari bandara tujuan utamanya, Chicago O'Hare International Airport. Pengalihan dilakukan akibat terjangan cuaca buruk dan badai dahsyat di sekitar kawasan Chicago yang memicu sejumlah tornado serta angin kencang berkecepatan lebih dari 100 mph.
Setelah mendarat darurat di Green Bay sekitar pukul 14.00 waktu setempat, para penumpang awalnya diminta untuk tetap bertahan di dalam kabin pesawat selama hampir empat jam. Situasi di dalam pesawat dilaporkan memburuk dengan cepat seiring menipisnya stok makanan, tisu toilet yang habis, serta fasilitas toilet pesawat yang mulai penuh.
Saat pesawat akhirnya bersiap melanjutkan perjalanan dan mulai bergerak (taxiing) menuju landasan pacu, pilot mengumumkan bahwa seluruh kru telah melampaui batas maksimal jam kerja operasional (flight crew duty limits) yang ditetapkan regulator penerbangan FAA. Akibatnya, pesawat harus membatalkan lepas landas dan kembali ke area parkir untuk menunggu kru pengganti.
Seluruh penumpang kemudian dievakuasi keluar dari kabin pesawat, namun mereka tidak dapat langsung masuk ke dalam gedung terminal bandara. Para penumpang dilaporkan terpaksa menunggu di area luar gedung kedatangan dan area terkontrol di sekitar tarmac selama sekitar lima jam.
Kendala penanganan penumpang tersebut terjadi karena status penerbangan yang merupakan rute internasional. Bandara Green Bay memiliki fasilitas pemrosesan imigrasi dari US Customs and Border Protection (CBP), namun jam operasional kantor tersebut hanya berlangsung pada hari kerja pukul 08.00 hingga 16.30, sehingga tidak ada petugas yang bertugas saat penumpang turun di malam hari.
Pihak United Airlines dalam pernyataan resminya membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa petugas CBP setempat tidak dapat memproses izin masuk penumpang secara normal. Oleh karena itu, maskapai mengizinkan para penumpang turun ke area terbatas (controlled area) di luar gedung bandara untuk menghindari penahanan di dalam kabin yang terlalu lama.
Setelah penantian panjang dan kedatangan kru pengganti, pesawat dengan nomor registrasi N14120 tersebut akhirnya didorong mundur (push back) pada pukul 22.19 malam. Penerbangan lanjutan menuju Chicago O'Hare berlangsung lancar selama 37 menit dan mendarat dengan selamat pada pukul 22.55 waktu setempat.
Berdasarkan aturan keselamatan penerbangan Amerika Serikat (14 CFR Part 117), batas tugas kru penerbangan diatur secara ketat antara 9 hingga 14 jam untuk mencegah kelelahan (pilot fatigue). Waktu tunggu di darat akibat pengalihan cuaca tetap dihitung sebagai jam tugas aktif, sehingga batas jam kerja pilot dan awak kabin habis saat masih berada di Green Bay.
Meskipun maskapai tidak diwajibkan memberikan ganti rugi penuh untuk penundaan akibat faktor cuaca ekstrem, United Airlines dilaporkan memberikan kompensasi berupa kredit penerbangan (flight credit) kepada penumpang yang terdampak dan mengalami keterlambatan hingga hampir 20 jam dari jadwal semula.



KOMENTAR ANDA