Otoritas Tiongkok secara resmi meluncurkan operasi penyelamatan darurat berskala penuh menyusul bencana tanah longsor di wilayah perbatasan Nepal yang berdampak parah dan menimbulkan korban di Pelabuhan Perbatasan Gyirong, Daerah Otonomi Xizang (Tibet), wilayah barat daya Tiongkok.
Peristiwa bencana tersebut terjadi pada Rabu pagi waktu setempat, di mana material tanah longsor dari arah Nepal menghantam area perbatasan dan memicu kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penting di pos perbatasan Gyirong.
Menanggapi bencana ini, Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok segera mengaktifkan status tanggap darurat Tingkat II (Level-II) untuk kategori bencana geologis, yang merupakan tingkat tertinggi kedua dalam sistem tanggap darurat empat tingkat di Tiongkok.
Guna memastikan penanganan berjalan optimal, kementerian terkait langsung menerjunkan tim kerja khusus ke lokasi bencana untuk memandu operasi evakuasi secara langsung serta memitigasi risiko terjadinya bencana sekunder susulan.
Langkah cepat juga diambil oleh Komisi Nasional Pencegahan, Pengurangan, dan Penanggulangan Bencana Tiongkok bersama Kementerian Manajemen Darurat (Ministry of Emergency Management/MEM) dengan turut memberlakukan tanggap darurat Level-II untuk penyaluran bantuan kemanusiaan.
Sebagai bentuk penanganan langsung terhadap warga terdampak, pemerintah pusat telah mengalokasikan sekitar 30.000 logistik bantuan darurat yang terdiri dari tenda pengungsian, kompor, pakaian hangat, selimut, tempat tidur lipat, hingga matras antilembap untuk menunjang proses evakuasi dan pemukiman sementara.
Dari sektor pendanaan, Kementerian Keuangan Tiongkok bersama MEM menyalurkan dana bantuan penanggulangan bencana alam darurat pusat sebesar 120 juta yuan (sekitar 17,69 juta dolar AS) guna mendukung penuh seluruh operasional penyelamatan di wilayah Xizang.
Selain anggaran darurat tersebut, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok juga mengalokasikan dana khusus senilai 100 juta yuan dari anggaran investasi pusat untuk mempercepat pemulihan darurat serta rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Berdasarkan laporan dari Biro Manajemen Darurat Wilayah Gyirong di Kota Xigaze, terjangan longsor mengakibatkan akses jalan utama menuju pelabuhan dari sisi Tiongkok terputus total, disertai lumpuhnya jaringan komunikasi dan pasokan aliran listrik di sekitar kawasan tersebut.
Gyirong Port merupakan jalur lintas darat internasional yang sangat vital dan strategis sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan aktivitas perdagangan serta transportasi antara Tiongkok dan Nepal, sehingga percepatan pemulihan konektivitas di kawasan ini menjadi prioritas utama otoritas setempat.



KOMENTAR ANDA