Dua orang wisatawan dilaporkan mengalami luka-luka setelah terhempas oleh hembusan tenaga mesin jet (jet blast) saat melakukan aktivitas plane spotting di dekat Bandara Internasional Skiathos Alexandros Papadiamantis, Yunani. Insiden ini kembali menyoroti bahaya nyata di balik lokasi populer pengamatan pesawat jarak dekat tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi di area jalan dan pantai yang berbatasan langsung dengan ujung landasan pacu bandara. Lokasi tersebut telah lama terkenal di kalangan turis dan fotografer dunia karena memungkinkan pengunjung menyaksikan pesawat mendarat dan lepas landas dari jarak yang luar biasa dekat.
Menurut laporan setempat, kedua korban tengah berdiri di titik pandang favorit ketika sebuah pesawat jet komersial bersiap untuk lepas landas. Ketika pilot menaikkan daya dorong mesin hingga kapasitas penuh, hembusan angin bertekanan tinggi langsung menyapu kerumunan orang yang berada di belakang perimeter bandara.
Kekuatan jet blast yang sangat dahsyat membuat kedua wisatawan tersebut kehilangan keseimbangan dan terpental beberapa meter ke tanah berpasir dan bebatuan. Embusan tersebut juga menerbangkan debu tebal, kerikil kecil, serta barang-barang bawaan turis yang berada di sekitar area tersebut.
Petugas medis darurat dan layanan penyelamatan setempat segera tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban. Kedua turis tersebut dilaporkan mengalami luka lecet, memar parah, serta cedera fisik akibat benturan saat terlempar dari posisi awal mereka berdiri.
Bandara Skiathos kerap dijuluki sebagai "St. Maarten versi Eropa" karena landasan pacunya yang pendek dan berbatasan langsung dengan perairan publik. Kondisi geografis ini memaksa pesawat untuk terbang sangat rendah saat pendekatan mendarat dan mengerahkan daya dorong mesin yang tinggi saat lepas landas.
Meskipun otoritas penerbangan dan pemerintah lokal telah memasang berbagai tanda peringatan bahaya di sepanjang pagar pembatas, banyak turis kerap mengabaikan rambu-rambu tersebut demi mendapatkan foto atau video dramatis untuk media sosial.
Pakar keselamatan penerbangan berulang kali memperingatkan bahwa jet blast bukan sekadar angin kencang biasa, melainkan aliran udara berkecepatan ratusan kilometer per jam bersuhu tinggi yang mampu mengangkat benda berat dan merusak pendengaran.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan Bandara Skiathos, di mana dalam beberapa tahun terakhir sejumlah laporan mencatat turis terjatuh hingga cedera patah tulang akibat insiden serupa di tepi pembatas landasan.
Menanggapi kejadian terbaru ini, otoritas setempat diimbau untuk memperketat pengawasan dan mempertimbangkan pembatasan akses fisik di zona rawan bahaya guna mencegah terulangnya insiden kecelakaan fatal di masa mendatang.



KOMENTAR ANDA