post image
Menteri Luar Negeri Yunani, George Gerapetritis, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, di Athena, Yunani pada Senin, 7 September 2026.
KOMENTAR

Pemerintah Yunani secara resmi menegaskan kembali dukungannya terhadap inisiatif otonomi yang diajukan Kerajaan Maroko guna menyelesaikan sengketa regional di wilayah Sahara Maroko. Athena menilai proposal tersebut merupakan jalan keluar yang paling realistis dan memiliki kelayakan tertinggi untuk mengakhiri sengketa yang telah berlangsung lama secara definitif.

Sikap diplomatik tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Yunani, George Gerapetritis, dalam konferensi pers bersama usai menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, yang tengah melakukan kunjungan resmi ke ibu kota Yunani pada Senin, 7 September 2026.

Dalam keterangannya, Gerapetritis menyatakan bahwa rencana otonomi Maroko merupakan bentuk kontribusi yang sangat serius dan kredibel bagi kelanjutan proses perdamaian yang saat ini difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Athena memandang kerangka kerja tersebut menawarkan kepastian hukum dan stabilitas bagi kawasan.

Pemerintah Yunani menegaskan keselarasan sikap politik luar negerinya dengan konsensus bersama Uni Eropa. Athena berkomitmen penuh menyokong seluruh upaya diplomatik yang tengah dijalankan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB dalam mengawal jalannya perundingan damai.

Proses perundingan yang didorong oleh PBB tersebut diharapkan tetap berpijak pada basis proposal otonomi Maroko. Pendekatan ini dinilai krusial demi mewujudkan resolusi akhir yang adil, berkelanjutan, dan dapat diterima secara mutual oleh semua pihak yang terlibat dalam sengketa.

Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2025–2026, Yunani turut menyambut baik pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797. Resolusi ini dipandang menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas geopolitik dan mendorong proses politik yang konstruktif di bawah naungan PBB.

Keterlibatan aktif Athena di badan utama PBB tersebut memperlihatkan komitmen nyata Yunani dalam mengawal agenda-agenda perdamaian global. Posisi Yunani sekaligus memperkuat dorongan internasional bagi terciptanya mekanisme penyelesaian yang berlandaskan kedaulatan dan integritas wilayah Maroko.

Dukungan terbuka dari Yunani ini secara langsung menyelaraskan posisi negara tersebut dengan momentum internasional yang dipimpin oleh Raja Maroko, Mohammed VI. Inisiatif kerajaan tersebut berfokus pada penyelesaian definitif sengketa teritorial berbasis rencana otonomi di bawah kedaulatan penuh Maroko.

Langkah diplomatik ini juga memperkuat konsolidasi dan konsensus di antara 27 negara anggota Uni Eropa. Mayoritas anggota blok ekonomi dan politik tersebut kian memandang rencana otonomi sebagai opsi terbaik yang dapat menjamin keamanan regional di Afrika Utara serta Laut Mediterania.

Pertemuan bilateral antara Nasser Bourita dan George Gerapetritis di Athena ini pun menandai babak penting penguatan hubungan strategis antara Rabat dan Athena, terutama dalam menyelaraskan pandangan terhadap isu-isu regional serta kerja sama multilateral.


Menteri Imipas Harapkan Hubungan People-to-People Indonesia-Korea Utara Semakin Erat

Sebelumnya

Perubahan Gaya dan Warna Rambut Trump Curi Perhatian

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia