Sebuah insiden tak terduga menimpa pesawat Boeing 787-10 Dreamliner milik maskapai British Airways saat berada di Bandara Internasional Montréal-Trudeau (YUL), Quebec, Kanada. Salah satu perosotan darurat (emergency slide) pesawat tersebut tiba-tiba mengembang secara tidak sengaja di darat dan langsung menabrak truk katering yang tengah berada di samping badan pesawat.
Peristiwa ini melibatkan penerbangan harian BA94 rute Montreal menuju Bandara London Heathrow (LHR) di Inggris, yang dioperasikan oleh armada bernomor registrasi G-ZBLA. Pesawat tersebut sebelumnya mendarat di Montreal sekitar pukul 20.35 waktu setempat setelah menempuh perjalanan dari London dengan sedikit keterlambatan selama 20 menit dari jadwal semula.
Menurut jadwal awal, armada berbadan lebar tersebut seharusnya bertolak kembali menuju London pada pukul 22.00 di malam yang sama. Namun, saat proses perputaran pesawat (turnaround) berlangsung di area apron, seluncur evakuasi bagian kiri belakang mendadak terpicu dan mengembang hingga membentur armada layanan katering yang terparkir rapat di dekat pintu kabin.
Rekaman video amatir yang memperlihatkan kondisi pascainsiden tersebut langsung beredar luas di berbagai platform media sosial dan menarik perhatian komunitas penerbangan internasional. Dalam tayangan tersebut terlihat kantung seluncur darurat berwarna abu-abu mengembang penuh dan tertahan pada bodi truk layanan logistik darat.
Pihak British Airways mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa aktivasi seluncur evakuasi disebabkan oleh kesalahan teknis. Maskapai asal Inggris itu juga segera menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas keterlambatan perjalanan yang timbul, sembari memastikan tim teknisi bekerja keras agar penerbangan dapat segera diberangkatkan.
Insiden tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban luka, baik dari kalangan awak pesawat, penumpang, maupun staf operasional darat bandara. Kendati demikian, proses penanganan insiden, pelepasan seluncur, serta inspeksi struktural pada pintu kabin dan area sekitar armada memakan waktu cukup panjang di tengah jadwal transit yang sangat ketat.
Akibat kejadian itu, penerbangan BA94 baru dapat lepas landas dari Montreal pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.30 waktu setempat, atau tertunda selama 3 jam 30 menit. Keterlambatan tersebut berhasil dipangkas selama penerbangan melintasi Samudra Atlantik, sehingga pesawat mendarat di Heathrow pada pukul 12.14 siang dengan deviasi keterlambatan 2 jam 34 menit.
Meski berhasil mendarat di London, dampak operasional berantai (knock-on effect) dari terbukanya seluncur darurat ini terus berlanjut ke jadwal penerbangan berikutnya. Manajemen maskapai terpaksa membatalkan rotasi penerbangan bolak-balik bernomor BA189 tujuan Bandara Internasional Newark Liberty (EWR) dan BA188 kembali ke London demi memberikan waktu untuk perbaikan menyeluruh.
Untuk kembali beroperasi, pesawat Boeing 787-10 tersebut kemudian dialihkan guna melayani rute BA267 menuju Portland (PDX) yang sempat lepas landas terlambat lebih dari empat jam dari London. Penerbangan kembali dari Portland (BA266) pun turut terdampak penundaan lebih dari tiga jam sebelum akhirnya jadwal pesawat kembali normal secara bertahap.
Insiden pembukaan seluncur darurat yang tidak disengaja sejatinya merupakan peristiwa langka, namun dampaknya tergolong sangat mahal dan memakan waktu perbaikan yang tidak sebentar. Data industri dari IATA mencatat bahwa kesalahan penggelaran seluncur evakuasi semacam ini menimbulkan kerugian finansial sekitar 20 juta dolar AS per tahun bagi maskapai di seluruh dunia akibat biaya perbaikan, inspeksi, dan disrupsi rotasi penerbangan.



KOMENTAR ANDA