post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Indonesia terletak di kawasan geologi paling dinamis di dunia. Cincin Api Pasifik dengan puluhan gunung api aktif. Artinya, bahaya abu vulkanik bukan kejadian luar biasa, melainkan risiko struktural bagi sistem penerbangan nasional.

Karena itu, sistem mitigasi harus terus diperkuat: teknologi pemantauan, integrasi data, informasi real-time, hingga latihan bersama antara regulator, AirNav, bandara, dan maskapai. Yang lebih penting lagi, kita perlu membangun budaya bahwa penutupan atau pengalihan penerbangan akibat abu vulkanik adalah bagian dari sistem keselamatan yang bekerja, bukan kegagalan.

Ukuran keberhasilan bukanlah berapa banyak penerbangan yang tetap berjalan saat erupsi, melainkan seberapa baik kita melindungi keselamatan manusia dan memulihkan konektivitas setelah kondisi aman. Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada sekadar tepat waktu.

Utamakan Keselamata!


Luhut Soroti Perda Pendidikan Pekalongan, Dorong Evaluasi Terbuka

Sebelumnya

Pidato Lengkap Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Kabinet Merah Putih

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional