Memasuki usia dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang jatuh pada 20 Oktober 2026, berbagai lembaga riset mulai memaparkan evaluasi komprehensif terhadap arah pembangunan nasional. Salah satu pandangan strategis datang dari GREAT Institute melalui Direktur Eksekutifnya, Dr. Sudarto.
Dalam pemaparan laporan bertajuk Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Transformasi Menuju Kesejahteraan, lembaga riset tersebut menilai bahwa pemerintah berhasil memperkuat fondasi jalan menuju kesejahteraan masyarakat.
Evaluasi ini mencatat bahwa pencapaian dalam dua tahun terakhir dilalui di tengah dinamika global yang penuh tantangan, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ketidakpastian rantai pasok perdagangan dunia.
GREAT Institute menyoroti beberapa capaian utama, di antaranya adalah perluasan jangkauan negara kesejahteraan melalui program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, serta Sekolah Rakyat bagi keluarga prasejahtera.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah menjangkau hampir 57 juta penerima manfaat per akhir Agustus 2026, sementara program Cek Kesehatan Gratis sukses memeriksa puluhan juta penduduk.
Di sektor pendidikan, inisiatif Sekolah Rakyat juga telah menampung puluhan ribu siswa dari latar belakang keluarga miskin dan miskin ekstrem guna memastikan akses belajar yang merata untuk tahun ajaran baru.
Selain jaring pengaman sosial, pemerintah juga dinilai konsisten dalam memperkuat peran negara terhadap pengelolaan sumber daya publik serta penegakan hukum yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Langkah penertiban dan pengembalian aset negara dipandang sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam membersihkan sektor publik sekaligus memperkuat sumber daya finansial nasional.
Di samping itu, pendekatan humanis turut ditunjukkan melalui penerbitan regulasi khusus yang memberikan amnesti kepada ribuan terpidana sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak warga negara.
Secara keseluruhan, GREAT Institute menyimpulkan bahwa fokus kebijakan dalam dua tahun masa kepemimpinan ini telah menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai pusat utama dari seluruh agenda pembangunan nasional.



KOMENTAR ANDA